Muhammadiyah Luncurkan Gerakan Green Ramadan 1447 H, Integrasikan Teologi dan Teknologi

- Rabu, 18 Februari 2026 | 02:00 WIB
Muhammadiyah Luncurkan Gerakan Green Ramadan 1447 H, Integrasikan Teologi dan Teknologi

MURIANETWORK.COM - Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat Muhammadiyah meluncurkan rangkaian program Green Ramadan 1447 H, sebuah gerakan ekologi terstruktur yang menggabungkan pendekatan teologis, kebijakan, dan teknologi. Agenda tahunan ini dirancang untuk mengkonsolidasikan aksi lingkungan di seluruh jajaran organisasi, melibatkan berbagai kementerian, lembaga, dan mitra strategis, dengan tujuan menciptakan dampak berkelanjutan yang terukur.

Rangkaian Diskusi: Dari Teori ke Aplikasi

Sebagai pembuka, MLH PP Muhammadiyah menggelar serangkaian diskusi mendalam. Tadarus Green Ramadan diawali dengan webinar nasional yang membahas transformasi ibadah haji menjadi lebih ramah lingkungan, mencakup pengelolaan sampah jamaah hingga efisiensi energi. Topik ini menunjukkan komitmen untuk menyentuh aspek ritual penting dalam Islam.

Selain itu, webinar terpisah mengupas potensi wakaf produktif sebagai instrumen baru untuk rehabilitasi lahan kritis dan pengembangan hutan berbasis pemberdayaan masyarakat. Diskusi ini tidak berhenti pada wacana. MLH juga mengadakan Focus Group Discussion (FGD) khusus untuk merumuskan model "Edu Forest", sebuah konsep kawasan hutan edukatif yang terintegrasi dengan pendidikan dan pemberdayaan, dengan harapan dapat diterapkan di berbagai daerah.

Peluncuran Program Unggulan dan Platform Digital

Puncak dari agenda ini adalah peluncuran sejumlah inisiatif konkret. Program yang diresmikan meliputi Pengelolaan Sampah dengan pendekatan dari hulu ke hilir, pengembangan Edu Forest sebagai laboratorium pembelajaran, serta Muhammadiyah Green Movement sebagai payung gerakan kolektif di semua tingkat organisasi.

Untuk mendukung efisiensi dan pemantauan, diluncurkan pula platform digital GreenMu.App. Aplikasi ini dirancang sebagai alat untuk mengkampanyekan aksi, mencatat kegiatan, mengelola data, dan mengintegrasikan berbagai program dalam satu ekosistem digital yang terhubung secara nasional.

Kolaborasi Multipihak sebagai Fondasi

Kekuatan gerakan ini terletak pada kolaborasi yang luas. Pelaksanaannya melibatkan sejumlah kementerian seperti Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Pendidikan Tinggi, bersama lembaga seperti BPKH, LAZISMU, dan berbagai mitra proyek serta swasta. Sinergi ini diperkuat oleh jaringan pengurus MLH di tingkat wilayah hingga ranting, yang menjadi motor penggerak di lapangan.

Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Djihadul Mubarok, menegaskan esensi gerakan ini. "Ramadan adalah momentum strategis untuk membangun kesadaran kolektif. Menjaga lingkungan bukan sekadar isu teknis, tetapi bagian dari tanggung jawab keimanan. Karena itu, gerakan ini kami desain berbasis kolaborasi, tata kelola modern, dan dukungan kebijakan," jelasnya di Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Menurut Djihad, dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci agar program tidak hanya simbolis. "Kami ingin memastikan setiap inisiatif memiliki dampak terukur, dapat direplikasi, dan berkelanjutan dalam jangka panjang," lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa Green Ramadan 1447 H dirancang sebagai gerakan terpadu. "Webinar Green Hajj dan Hutan Wakaf memperkuat landasan teologis, FGD Edu Forest menyusun desain implementatif, dan launching program menjadi langkah operasionalnya. Semua terhubung dalam satu ekosistem gerakan," ungkap Djihadul Mubarok.

Terkait peran teknologi, ia menekankan fungsi GreenMu.App sebagai alat penggerak. "Platform ini akan membantu memastikan setiap aksi tercatat, terukur, dan dapat dievaluasi. Dengan dukungan jejaring nasional Muhammadiyah serta kolaborator strategis, kami optimistis Green Ramadan menjadi titik tolak penguatan peradaban hijau yang inklusif dan berkeadilan," tuturnya.

Menegaskan Peran Agama dalam Krisis Ekologi

Melalui serangkaian agenda yang komprehensif ini, MLH PP Muhammadiyah kembali menegaskan posisinya. Gerakan Green Ramadan 1447 H tidak sekadar kampanye temporer, tetapi upaya sistematis untuk menghadirkan perspektif Islam sebagai solusi atas krisis lingkungan, dengan memadukan nilai keagamaan, kebijakan publik, dan inovasi teknologi untuk masa depan yang lebih lestari.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar