Istanbul benar-benar bergemuruh malam itu. Di tengah hawa dingin Februari, Sukru Saracoglu Stadium justru memancarkan panas yang luar biasa. Galatasaray, sang tuan rumah, baru saja menuntaskan pertunjukan spektakuler dengan menggebuk Juventus 5-2. Laga leg pertama 16 besar Liga Champions ini, yang digelar Rabu dini hari WIB, sungguh tak terduga.
Bayangkan, mereka sempat tertinggal 1-2 di babak pertama. Tapi apa yang terjadi selanjutnya? Sebuah kebangkitan yang hampir sempurna.
Babak Pertama: Drama yang Cepat Bergulir
Galatasaray langsung menancapkan taring. Gabriel Sara sukses membobol gawang Juventus lebih dulu di menit ke-15. Gol awal yang sempurna untuk memanaskan suasana.
Namun, Juventus bukan tim biasa. Mereka merespons dengan dingin dan cepat. Sangat cepat malah.
Hanya berselang satu menit, Teun Koopmeiners langsung menyamakan kedudukan. Dan di menit ke-32, pemain Belanda itu kembali mengguncang jala Galatasaray. 2-1 untuk Juventus. Situasi berbalik seratus delapan puluh derajat sebelum jeda.
Meski tertinggal, raungan suporter tuan rumah tak pernah padam. Agresivitas tim juga tetap terjaga. Itu jadi pertanda bagus.
Ledakan di Paruh Kedua
Memasuki babak kedua, permainan berubah total. Galatasaray tampil lebih tajam, lebih percaya diri. Mereka seolah punya energi baru.
Abdülkerim Bardakci jadi pahlawan penyama kedudukan di menit ke-49. 2-2. Stadion meledak. Momentum sepenuhnya berpindah.
Sepuluh menit kemudian, giliran Davinson Sánchez yang membuat publik histeris. Tendangannya yang keras membawa Galatasaray unggul 3-2. Juventus mulai terlihat limbung.
Masalah mereka bertambah besar. Juan Cabal mendapat kartu merah di menit ke-67, memaksa Si Nyonya Tua bermain dengan sepuluh pemain. Ini jadi malapetaka.
Dengan keunggulan pemain, Galatasaray makin leluasa menekan. Roland Sallai mencetak gol keempat di menit 75, memanfaatkan umpan Victor Osimhen yang cerdik. 4-2.
Pesta belum usai. Menjelang laga berakhir, Sacha Boey menyodok bola masuk ke sudut gawang. Gol kelima. 5-2. Skor yang benar-benar meyakinkan sekaligus mengejutkan.
Perjalanan Masih Panjang
Kemenangan telak ini tentu jadi modal berharga. Galatasaray kini punya keunggulan agregat tiga gol untuk dibawa ke Turin. Posisi mereka sangat diuntungkan.
Tapi, waspada tetap perlu. Juventus punya segudang pengalaman dan karakter kuat di kandang sendiri. Mereka pasti akan berusaha membalas.
Tugas Juventus jelas sangat berat. Mereka harus menang dengan selisih minimal tiga gol tanpa kebobolan lagi jika ingin lolos. Sebuah tantangan besar, tapi bukan mustahil bagi tim sekaliber mereka.
Pertarungan di leg kedua nanti pasti akan berbeda. Lebih sengit, lebih tegang. Semuanya masih bisa berubah.
Artikel Terkait
Luapan Sungai Babon Rendam Jalan Pantura Kaligawe, Lalu Lintas Tersendat
Tanah Longsor di Kulonprogo Rusak Belasan Rumah, BPBD Catat 29 Titik Runtuhan
Muhammadiyah Rilis Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 untuk Yogyakarta
Muhammadiyah Luncurkan Gerakan Green Ramadan 1447 H, Integrasikan Teologi dan Teknologi