PT Pertamina Patra Niaga telah mengambil langkah tegas untuk memastikan BBM subsidi tepat sasaran. Perusahaan mengumumkan telah memblokir 394.000 nomor polisi kendaraan yang terindikasi kuat melakukan penyelewengan atau fraud.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari program Subsidi Tepat. Program ini didukung oleh digitalisasi untuk memantau dan mengawasi transaksi produk-produk bersubsidi secara lebih efektif.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR, Mars Ega menegaskan bahwa pemblokiran ini bertujuan untuk memitigasi penyalahgunaan BBM subsidi di masa mendatang. Upaya pengawasan yang ketat ini berhasil mengidentifikasi ratusan ribu kendaraan yang diduga melakukan kecurangan.
Selain pemblokiran nomor polisi, Pertamina juga telah melakukan pembinaan terhadap 544 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sepanjang tahun 2025. Tindakan ini memperkuat komitmen perusahaan dalam menekan praktik penyaluran BBM subsidi yang tidak sesuai aturan.
Hasil dari berbagai langkah pengawasan ini terlihat signifikan. Berkat penerapan sistem seperti QR Code, penjualan BBM bersubsidi jenis Solar dan Pertalite mengalami penurunan. Hingga Oktober 2025, kuota Solar diperkirakan dapat dikendalikan di bawah 1,5 persen, sementara kuota Pertalite berada di bawah 10 persen dari alokasi yang ditetapkan untuk tahun tersebut.
Di sisi lain, kinerja penjualan Pertamina secara keseluruhan tetap tumbuh positif. Hingga Oktober 2025, volume penjualan mencapai 87 juta kiloliter, dengan kontribusi produk non-subsidi yang mencapai 41 persen, menunjukkan pergeseran yang sehat dalam portofolio penjualan perusahaan.
Artikel Terkait
ShopeePay Luncurkan Kampanye Pasti Gratis, Bebaskan Biaya Admin Transfer dan Tarik Tunai
BPII Kurangi Modal Anak Usaha di Singapura Senilai Rp34,71 Miliar
Argentina Jadi Negara dengan Utang Terbesar ke IMF, Capai Rp680 Triliun
TOTO Bagikan Dividen Final Rp134 Miliar untuk Tahun Buku 2025