Menkeu Pastikan Permintaan Pasar dan Penguatan Rupiah Jadi Kunci Jaga Produksi Tahu Tempe

- Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:35 WIB
Menkeu Pastikan Permintaan Pasar dan Penguatan Rupiah Jadi Kunci Jaga Produksi Tahu Tempe

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah terus berupaya menjaga agar pelaku usaha, termasuk perajin tahu dan tempe, tetap bisa menjalankan kegiatan produksi di tengah tekanan biaya yang meningkat, salah satunya dengan memastikan permintaan pasar tetap stabil. Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat menanggapi keluhan para pedagang tahu dan tempe yang belakangan mengalami penyusutan keuntungan akibat berbagai tekanan ekonomi, termasuk dampak fluktuasi nilai tukar rupiah.

“Kita mesti pastikan demand-nya terjaga. Jadi ada yang beli,” ujar Purbaya di sela kunjungannya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, selain menjaga permintaan, pemerintah juga berupaya mendorong penguatan nilai tukar rupiah. Penguatan rupiah dinilai akan membantu menurunkan biaya produksi yang harus ditanggung para pelaku usaha.

“Terus yang kedua, kalau rupiah yang menguat kan, otomatis cost of production mereka turun. Itu yang kita akan pastikan terjadi dalam beberapa waktu ke depan,” kata dia.

Saat ditanya apakah pemerintah dapat memberikan jaminan atau insentif khusus bagi pedagang tahu dan tempe agar keuntungan mereka kembali meningkat, Purbaya mengatakan hal itu sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Ia optimistis upaya tersebut dapat tercapai melalui koordinasi yang lebih erat dalam merumuskan kebijakan fiskal dan moneter.

“Tergantung keberhasilan kita mengendalikan nilai tukar. Tapi saya rasa akan berhasil. Dengan kerja sama yang lebih erat antara fiskal dan moneter,” ujar Purbaya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar