Sebanyak 1.177 perwira TNI dan Polri resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Pelantikan Perwira Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Rabu pagi. Pelantikan ini menandai awal pengabdian para perwira remaja kepada bangsa dan negara.
Ratusan perwira yang dilantik terdiri dari 512 lulusan Akademi Militer (Akmil), 229 lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL), 154 lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU), dan 282 lulusan Akademi Kepolisian (Akpol). Bagi keluarga besar Akpol, momen ini menjadi bersejarah karena 282 taruna resmi menyandang pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) dan menjadi perwira muda Polri. Mereka merupakan junior dari alumni Akpol angkatan 2000 Batalyon Sanika Satyawada, yang kini telah menduduki berbagai posisi strategis di lingkungan Polri.
Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, para Kepala Staf Angkatan, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Kalemdiklat Polri Komjen Pol Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak, serta sejumlah pejabat negara, atase pertahanan dan kepolisian negara sahabat, dan keluarga para perwira.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menyatakan bahwa pengamanan dilakukan secara terpadu bersama Polda Metro Jaya, TNI, dan Paspampres. "Alhamdulillah seluruh rangkaian Upacara Prasetya Perwira TNI dan Pelantikan Perwira Polri Tahun 2026 berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan situasi tetap kondusif," ujarnya. Reynold juga menyampaikan selamat kepada para perwira yang dilantik dan berharap mereka menjadi perwira profesional, berintegritas, dan mengutamakan kepentingan rakyat.
Pesan Prabowo Subianto
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari pengabdian. "Saudara-saudara telah bersumpah untuk, bila perlu, memberi jiwa dan ragamu untuk bangsa, negara, dan rakyat Indonesia," kata Prabowo di hadapan para perwira remaja.
Prabowo mengingatkan bahwa pangkat awal yang disandang bukan hanya kehormatan, tetapi juga amanah dan kepercayaan rakyat. "Mulai hari ini, Saudara bukan lagi milik diri sendiri. Mulai hari ini, sesungguhnya Saudara bukan milik keluarga lagi, Saudara sudah menjadi milik bangsa dan negara," tegasnya. Ia menambahkan bahwa para perwira adalah generasi penerus yang akan memikul tanggung jawab berat membela negara dan meneruskan cita-cita pendiri bangsa.
Artikel Terkait
Sudaryono Ditunjuk Prabowo sebagai Kepala Badan Gizi Nasional
Langsung ke Kantor Usai Dilantik, Kepala BGN Sudaryono Gelar Rapat Internal
Sudaryono Dilantik Jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Tinggalkan Jabatan Wamentan
Prabowo Tunjuk Kuntadi sebagai Jampidsus Gantikan Febrie yang Jadi Tersangka