BRI Bahtera Seva I, Bank Terapung yang Jadi Andalan Warga Kepulauan Seribu Selama 11 Tahun

- Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:40 WIB
BRI Bahtera Seva I, Bank Terapung yang Jadi Andalan Warga Kepulauan Seribu Selama 11 Tahun

Pagi itu, sekitar pukul 08.00 WIB, sebuah kapal berwarna oranye dengan aksen putih dan biru bersandar perlahan di dermaga Pulau Tidung. Terik matahari pagi tak mampu meredam senyum hangat warga yang telah lama menanti kehadiran armada tersebut. Kapal itu bernama BRI Bahtera Seva I, sebuah bank terapung milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang telah beroperasi melayani warga kepulauan DKI Jakarta sejak 2015. Hampir 11 tahun sudah, fasilitas ini menjadi andalan utama bagi masyarakat setempat dalam mengakses layanan keuangan.

Pada Kamis, 4 Juni 2026, Bahtera Seva I merapat ke Pulau Tidung setelah sebelumnya singgah di Pulau Panggang dan Pulau Kelapa. Tujuan dari setiap persinggahan ini sama: menjangkau warga kepulauan yang jauh dari akses perbankan darat. Saat kapal mulai merapat, puluhan nasabah telah duduk rapi di bangku dermaga, sesekali berbincang, berbisik, dan tersenyum menanti giliran.

Kondisi air laut yang surut pagi itu membuat posisi kapal dan dermaga tidak sejajar, sehingga sejumlah warga kesulitan untuk turun ke kapal. Namun, petugas BRI, termasuk sekuriti yang ikut dalam rombongan, sigap membantu. Sebagian bertugas menarik tali jangkar agar posisi kapal lebih dekat ke dermaga, sementara yang lain menyambut uluran tangan nasabah yang hendak masuk ke kapal. Suasana penuh gotong royong itu berlangsung alami dan hangat.

Di dalam ruangan pelayanan Bahtera Seva I, suasana tidak berbeda dengan bank di daratan. Terdapat seorang teller, seorang customer service (CS), seorang sekuriti, dan mantri yang juga merangkap sebagai Kepala Teras BRI Bahtera Seva I, Algi Meza. Total empat pegawai BRI bertugas dalam perjalanan yang berlangsung dari Senin hingga Jumat pekan lalu. Algi menyambut kedatangan kami dengan ramah dan mempersilakan kami mengamati aktivitas perbankan di dalam kapal.

Sepanjang pagi, berbagai transasi berlangsung. Ada nasabah yang datang ke teller untuk menyetor uang tunai dalam jumlah besar, ada yang menabung jutaan rupiah, serta warga yang berkonsultasi dengan CS. Di luar itu, sejumlah warga juga datang untuk mengecek bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Indonesia Pintar (PIP). “Transaksinya kebanyakan di kita ini setor tunai, tarik tunai, kalau ada bantuan PKH, PIP segala macam. Dan kita juga menyalurkan kredit,” ujar Algi.

Layaknya bank daratan, Bahtera Seva I juga dilengkapi dengan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang beroperasi 24 jam. “Pelayanan sama persis seperti di darat,” tutur Algi. Tiga kalimat yang terus terdengar sepanjang pagi adalah, “Bisa turunnya, Bu?”, “Ayo, Pak, saya bantu”, dan “Silakan. Transaksinya apa, Bu?”. Hingga jam istirahat pukul 12.00 WIB tiba, kapal yang berlayar sekitar 20 hari kerja dalam sebulan itu baru terasa sepi.

Antusiasme warga terhadap kehadiran bank terapung ini begitu terasa. Bahkan saat jam istirahat, seorang anak muda datang ke kapal dan bertanya kepada kami, “Bang, mau ngelihat ini (bantuan).” Ia mengira kami bagian dari awak kapal, dan baru mengetahui bahwa pelayanan sedang memasuki jam istirahat. Selepas istirahat siang, anak muda itu kembali bersama beberapa ibu-ibu yang datang bergelombang untuk menabung, mengecek saldo PKH dan PIP, serta mengajukan kredit.

Menjelang sore, sekitar pukul 14.30 WIB, aktivitas di Bahtera Seva I mulai melandai. Sebelum berpamitan, Algi menyampaikan bahwa antusiasme nasabah sangat tinggi. “Dari nasabah sangat antusias ya, apalagi kalau sebelum kita berangkat pasti banyak yang WA, ‘Pak, kapan berangkat’. Sangat antusias. Kapal baru mau nyandar aja itu nasabah sudah ngantri, sudah nunggu di dermaga,” katanya.

Algi menegaskan bahwa BRI hadir untuk masyarakat kepulauan DKI yang belum terjangkau akses perbankan. “Yang nggak terjangkau untuk transaksi perbankan untuk ke kota, kita yang jemput bola ke sini, melayani transaksi mereka di pulau. Kurang lebih hampir 11 tahun (sudah melayani),” tuturnya. Nakhoda kapal, Andi Bagus Saputro, juga menyaksikan langsung antusiasme warga. “Sangat bagus untuk kita saling interaksi sama grup BRI, sama orang kapalnya, saling kerja sama dan dari masyarakat pun sangat antusias. Karena kita dari BRI itu intinya jemput bola. Mereka sangat antusias, terbantu kalau mau nggak usah ke kota sudah ada disamperin sama kapal BRI. Nggak usah jauh-jauh nyeberang,” ujarnya.

Salah satu nasabah sejak 2017, Heru, mengaku sangat terbantu. “Sangat bermanfaat. Sangat membantu. Harapannya bagaimana supaya Bank BRI berdiri di Pulau Tidung,” katanya. Nasabah lain, Moh. Said, menambahkan bahwa Bahtera Seva I membantu masyarakat pulau menghemat ongkos, waktu, dan tenaga. “Nggak perlu ongkos kalau yang kayak gitu-gitu kan. Masak ada yang ngambil 300 ribu ke darat, ha-ha-ha... Ongkosnya berapa ratus, makan, segala nginep, waktu. Udah banyak waktu terbuang,” ujarnya sambil tertawa.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar