Wali Kota Makassar Studi Kelola Stadion ke JIS, Proyek Stadion Untia Masuk Tahap Lelang

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 06:00 WIB
Wali Kota Makassar Studi Kelola Stadion ke JIS, Proyek Stadion Untia Masuk Tahap Lelang

Stadion Untia Makin Nyata, Wali Kota Belajar Kelola Stadion ke Jakarta

Wacana pembangunan Stadion Untia di Makassar kini benar-benar melaju. Pemerintah Kota di bawah Wali Kota Munafri Arifuddin tak cuma bicara, tapi sudah eksekusi di lapangan. Mereka baru saja merampungkan sertifikasi lahan seluas 23 hektare, sekaligus memulai proses lelang untuk Manajemen Konstruksi. Proyek ambisius ini jelas ingin jadi lebih dari sekadar lapangan sepak bola tapi fasilitas olahraga modern yang multifungsi dan berstandar nasional.

Nah, untuk mewujudkan hal itu, Appi sapaan akrab Munafri langsung terbang ke Jakarta. Tepatnya Rabu lalu, dia dan rombongan melakukan studi banding ke Jakarta International Stadium (JIS). Tujuannya sederhana tapi penting: menyerap ilmu langsung soal bagaimana mengelola stadion kelas internasional, mulai dari konstruksi, operasional, hingga strategi agar stadion tetap “hidup” dan produktif.

“Kami datang ke JIS bukan sekadar melihat bangunan, tetapi mempelajari bagaimana stadion dikelola, dirawat, dan dimaksimalkan fungsinya. Stadion modern harus hidup dan produktif,” ujar Munafri.

Pernyataannya itu bukan basa-basi. Dalam kunjungan yang diterima langsung oleh Direktur Utama PT Jakpro, Iwan Takwin, itu, Appi menyoroti banyak hal. Bagaimana JIS didesain untuk jadi venue serba bisa tak cuma untuk sepak bola, tapi juga konser musik, pameran, atau event besar lainnya. Menurutnya, kalau stadion cuma dipakai beberapa hari dalam setahun, ya rugi. Harus ada aktivitas lain yang mengisi, sehingga nilai ekonomi dan sosialnya terus berdenyut.

“Kalau stadion hanya dipakai saat pertandingan, itu tidak cukup. Harus ada aktivitas lain agar stadion punya nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” tegasnya.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar