Arus Balik Lebaran Picu Macet Parah 12 Jam di Jalur Arteri Cibadak, Sukabumi

- Selasa, 24 Maret 2026 | 13:15 WIB
Arus Balik Lebaran Picu Macet Parah 12 Jam di Jalur Arteri Cibadak, Sukabumi

SUKABUMI – Pagi tadi, Selasa (24/3/2026), suasana di jalur arteri Cibadak, Kabupaten Sukabumi, sudah ramai sekali. Bukan ramai biasa, tapi ramai oleh lautan kendaraan pemudik dan wisatawan yang mulai berduyun-duyun pulang. Arus balik Lebaran benar-benar telah dimulai. Dari Karangtengah hingga Simpang Cikidang, antrean kendaraan menuju Jakarta terlihat mengular panjang, bak naga yang merayap pelan.

Penyebab kepadatan ini jelas: volume kendaraan yang menuju Jakarta, Bogor, dan kota-kota sekitarnya melonjak drastis. Tapi itu bukan satu-satunya masalah. Aktivitas di Pasar Cibadak yang selalu ramai, ditambah persimpangan jalan Nagrak dan Cikidang, ikut-ikutan bikin arus lalu lintas jadi tersendat. Semuanya serba lambat.

Pengalaman buruk dialami Supri, salah seorang pengendara yang terjebak di tengah kemacetan itu.

“Laju kendaraan tersendat parah, bahkan saya sempat terjebak selama 12 jam,” katanya, menggambarkan betapa parahnya situasi di lapangan.

Menyikapi hal ini, Satlantas Polres Sukabumi langsung bergerak. Mereka melakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup di beberapa persimpangan strategis. Personel juga dikerahkan dan diturunkan langsung ke titik-titik rawan, berusaha mengurai benang kusut kemacetan yang terjadi.

Sayangnya, situasi ini diprediksi belum akan cepat reda. Menurut pantauan, kepadatan diperkirakan bakal berlanjut hingga malam nanti. Bayangkan saja, ribuan kendaraan masih akan terus membanjiri jalur arteri Cibadak, semua ingin segera tiba di rumah masing-masing.

Nah, buat kamu yang masih dalam perjalanan, tetap waspada ya. Ikuti semua arahan dari petugas di lapangan. Tujuannya satu: agar perjalanan arus balik ini bisa aman dan, semoga, sedikit lebih lancar.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar