Selasa siang (24/3/2026) lalu, suasana di Tol Jakarta-Cikampek sedikit berbeda. Mulai pukul 10.30 WIB, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) resmi memberlakukan skema contra flow. Ini tentu atas diskresi dari kepolisian. Rekayasa lalu lintas satu lajur itu membentang cukup panjang, dari KM 70 sampai ke KM 47, semuanya mengarah ke Jakarta.
Menurut Ria Marlinda Paallo, Vice President Corporate Secretary & Legal JTT, langkah ini murni bersifat situasional. Tujuannya jelas: menjaga agar arus kendaraan yang memadati jalur menuju Ibu Kota tetap bisa bergerak lancar.
“Pemberlakuan contraflow ini merupakan langkah antisipatif untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas pada periode arus balik. JTT bersama Kepolisian terus memantau kondisi lalu lintas di lapangan dan akan melakukan penyesuaian rekayasa lalu lintas apabila diperlukan,”
Begitu penjelasan Ria di hari yang sama. Intinya, semua dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan parah.
Nah, dengan adanya skema ini, JTT pun mengeluarkan sejumlah imbauan penting untuk para pengendara. Keselamatan harus jadi prioritas utama, itu sudah pasti. Selain itu, pengemudi diharapkan bisa menjaga jarak aman dan memeriksa kondisi kendaraannya sebelum masuk tol. Jangan sampai mogok di tengah jalan, kan?
Hal teknis lain yang kerap terlupa: pastikan saldo uang elektronikmu cukup. Ini sepele, tapi bisa bikin antrian panjang kalau sampai gagal bayar di gerbang. Yang paling krusial, patuhi semua arahan petugas di lapangan dan perhatikan rambu-rambu yang terpasang. Situasinya dinamis, jadi kewaspadaan ekstra sangat diperlukan.
(Nadya Kurnia)
Artikel Terkait
Menteri PPPA Prihatin atas Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Perempuan di Bandung, Pastikan Korban Dapat Perlindungan dan Pemulihan
Cerpen “Ibu Pertiwi” Bongkar Luka Sejarah dan Mitos Pahlawan yang Tak Pernah Sederhana
Jepang Vs Swedia di Laga Pamungkas Grup F: Hidup-Mati demi Tiket ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Phishing dan Rekayasa Sosial Jadi Biang Kerok 63 Persen Kerugian Kripto Kuartal I 2026