Marinir Beberkan Prosedur Penanganan Medis Peserta Latihan Koperasi Merah Putih Usai Tiga Orang Meninggal

- Jumat, 26 Juni 2026 | 02:30 WIB
Marinir Beberkan Prosedur Penanganan Medis Peserta Latihan Koperasi Merah Putih Usai Tiga Orang Meninggal

Korps Marinir TNI Angkatan Laut membeberkan prosedur penanganan medis bagi peserta latihan dasar kemiliteran (latsarmil) calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang mengalami gangguan kesehatan. Mekanisme ini dijelaskan setelah tiga orang calon pengelola koperasi nelayan meninggal dunia saat mengikuti latihan serupa.

Komandan Batalyon Latihan SPPI KDMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak, Letkol Marinir Agus Mutaqin, mengatakan peserta yang mengalami keluhan kesehatan wajib melaporkan kondisinya kepada komandan peleton terlebih dahulu. Pelaporan berjenjang itu kemudian diteruskan ke komandan kompi, dan akhirnya sampai ke komandan batalyon latihan.

"Mereka melaporkan ke tingkat bawah, dalam hal ini Danton (Komandan Peleton). Kemudian Danton melapor ke Danki (Komandan Kompi), dan Danki melapor ke Danyonlat (Komandan Batalyon Latihan)," kata Agus saat ditemui di Markas Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026).

Sementara proses pelaporan berlangsung, peserta yang sakit langsung mendapatkan penanganan medis dari fasilitas kesehatan yang tersedia di lingkungan markas. Apabila tenaga medis dari Peleton Kesehatan (Tonkes) atau dokter yang bertugas tidak mampu menangani, Korps Marinir telah menyiapkan rumah sakit terdekat sebagai rujukan.

"Sudah disiapkan rumah sakit terdekat, yaitu Rumah Sakit Marinir Cilandak yang akan segera melakukan penanganan, rawat inap, dan sebagainya," ujar Agus.

Selain menyiapkan mekanisme penanganan, Korps Marinir juga menerapkan langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan selama pelatihan. Peserta yang memiliki riwayat penyakit kronis atau kondisi kesehatan tertentu tidak diikutsertakan dalam kegiatan fisik yang berat.

"Yang memiliki riwayat kronis atau sakit berat kita pisahkan sampai dengan tingkat peleton dan kompi. Supaya kegiatan-kegiatan di lapangan yang berkaitan dengan fisik tidak kita ikutkan," tutur Agus.

Data kondisi kesehatan peserta diperoleh dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebelum mengikuti latsarmil. Peserta dengan riwayat penyakit tertentu kemudian diarahkan untuk lebih banyak mengikuti kegiatan pembelajaran di dalam kelas sesuai kondisi kesehatannya.

Agus mengatakan hingga saat ini seluruh rangkaian latsarmil masih berjalan aman dan kondusif. Dia berharap proses pendidikan dapat berlangsung dengan baik sehingga para peserta memperoleh pengetahuan, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan yang dapat diterapkan saat mengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Sebanyak 674 peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) mengikuti latsarmil selama satu setengah bulan di Markas Pasmar I Cilandak, Jakarta. Para peserta terbagi dalam empat kompi, dengan masing-masing kompi terdiri atas enam peleton. Selama mengikuti pendidikan, mereka menjalani berbagai materi latihan dasar kemiliteran yang bertujuan menumbuhkan disiplin, semangat pengabdian, dan jiwa nasionalisme.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.