Dari balik layar di Command Center ITDC Nusa Dua, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan suasana libur Lebaran di sejumlah destinasi wisata utama masih aman dan terkendali. Meski fokus perlahan beralih ke persiapan arus balik, Sigit meminta jajarannya tak kendor. Pelayanan untuk wisatawan yang masih menikmati liburan harus tetap maksimal.
Pernyataan itu ia sampaikan Selasa (24/3/2026) usai memantau langsung sejumlah titik via video conference. Pantauannya menjangkau berbagai lokasi, dari Ancol di Jakarta, Pantai Anyer di Banten, hingga Puncak Bogor dan Pangandaran di Jawa Barat. Tak ketinggalan Malioboro Yogyakarta dan tentunya, berbagai sudut di Bali.
Yang menarik, meski Bali disebut sedang dalam masa "low season", angka kunjungan justru naik tipis 1,49 persen. Lonjakan serupa juga terpantau di Yogyakarta dan Jawa Barat. Artinya, animo berwisata ternyata masih cukup tinggi.
"Kita baru saja gelar "video conference" serentak untuk pantau pergerakan wisatawan," kata Sigit.
"Di beberapa wilayah kayak Malioboro, Pangandaran, sama Puncak, angkanya memang cukup meningkat."
Menyikapi hal ini, Kapolri mengingatkan para Kasatwil agar tidak lengah. Kehadiran personel di titik-titik keramaian harus benar-benar terasa, demi menjamin rasa aman bagi pengunjung.
Namun begitu, ada tantangan unik yang perlu diatur. Manajemen waktu pengamanan jadi kunci. Pasalnya, akan terjadi perpotongan antara arus balik masyarakat yang hendak pulang bekerja dengan gelombang wisatawan yang liburannya masih berlangsung.
"Kita minta persiapkan pengamanan, utamanya soal ketepatan waktu," jelasnya.
"Soalnya, bakal ada arus balik yang mengarah ke Bali untuk kerja, tapi di sisi lain masih ada tambahan wisatawan yang liburannya belum kelar. Bagian inilah yang harus kita amankan betul."
Selain soal kepadatan, Sigit juga mengingatkan ancaman lain: cuaca. Terutama untuk kawasan Indonesia Timur yang berpotensi dilanda hujan lebat dan gelombang tinggi. Personel di lapangan, khususnya di daerah penyeberangan, diminta siaga penuh.
"Kita minta semua anggota betul-betul siap menghadapi cuaca buruk," imbuhnya. "Dengan begitu, rekayasa dan pengaturan lalu lintas bisa lebih baik sekalipun kondisi ekstrem datang."
Di akhir briefing, Kapolri menekankan bahwa kelancaran ini adalah hasil kerja sama banyak pihak. Sinergi harus dijaga hingga momen liburan benar-benar usai.
"Keberhasilan layanan mudik, balik, dan wisata ini kan keberhasilan bersama," pungkas Sigit.
"Kami terus mendorong kolaborasi agar pelayanan terbaik selalu diberikan ke masyarakat."
Agenda pemantauan di Command Center itu sendiri dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta beserta sejumlah pejabat Forkopimda setempat. Turut hadir perwakilan dari Kemenhub, Basarnas, BMKG, hingga Jasa Raharja. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mengawal Operasi Ketupat 2026. Dari internal Polri, hadir Astamaops Kapolri Komjen Fadil Imran dan Kadivhumas Irjen Johnny Eddizon Isir. Sementara Kapolda dan Kapolres se-Indonesia mengikuti jalannya rapat secara virtual.
Artikel Terkait
Laporan CIA Bantah Klaim Trump: Iran Masih Miliki 70 Persen Persediaan Rudal dan Mampu Bertahan dari Blokade Laut AS
Pemprov DKI Wajibkan Warga Pilah Sampah Mulai 10 Mei 2026, Sanksi Menanti Pelanggar
Kapolda Sumsel Dengar Langsung Aspirasi Warga Talang Betutu dalam Program Jumat Curhat
Pajak Tahunan Toyota Fortuner 2026 di Jakarta Diprediksi Tembus Rp13 Juta