Miami – Keputusan yang cukup mengejutkan datang dari Inter Miami CF. Menjelang Piala Dunia 2026 yang tinggal hitungan bulan, klub asal Florida ini ternyata tak berencana mengistirahatkan Lionel Messi. Padahal, sang legenda akan genap berusia 39 tahun pada Juni mendatang.
Pelatih Javier Mascherano punya alasan sendiri. Menurutnya, Messi justru berada dalam kondisi puncak ketika terus bermain. “Kami tentu berusaha menjaganya,” ujar Mascherano, seperti dikutip dari ESPN, Senin (23/3/2026).
“Tapi dia tipe pemain yang paling nyaman justru saat di lapangan. Itu kenyataannya.”
Logikanya sederhana: kehadiran Messi masih sangat krusial bagi Inter Miami. Tanpa kontribusinya, peluang tim mencapai target musim ini disebut Mascherano akan jauh berkurang. Jadi, meski Piala Dunia sudah di depan mata, ritme bermain sang kapten Argentina akan tetap dijaga.
Di sisi lain, skuad timnas Argentina sendiri mulai dipersiapkan. Pelatih Lionel Scaloni tengah mematangkan rencana dengan memadukan veteran dan wajah-wajah baru. Nama-nama seperti Emiliano Martinez, Cristian Romero, hingga Julian Alvarez tetap menjadi tulang punggung. Namun, regenerasi jelas sedang berjalan.
Messi, yang akan segera bergabung dengan timnas, kondisinya akan dipantau harian oleh tim pelatih. Keputusan Inter Miami ini tentu berkaitan erat dengan peluangnya tampil di Piala Dunia nanti yang akan menjadi penampilan keenamnya sejak debut pada 2006.
Sebagai bagian dari persiapan akhir, Argentina telah menjadwalkan laga uji coba. Mereka akan menghadapi Guatemala di stadion ikonik La Bombonera, tanggal 31 Maret mendatang. Pertandingan itu menjadi kesempatan terakhir bagi Scaloni untuk menguji komposisi sebelum mengunci daftar final.
Di putaran final nanti, Argentina tergabung di Grup J bersama Austria, Aljazair, dan Yordania. Pertandingan perdana mereka adalah melawan Aljazair. Sebagai juara bertahan, tentu ada ekspektasi tinggi yang harus mereka pikul.
Strateginya jelas: mengandalkan pengalaman pemain senior yang sudah teruji, sambil menyisipkan energi segar dari talenta muda. Sebuah formula klasik yang mereka harap bisa membawa Argentina kembali bersaing di level tertinggi. Tantangannya nyata, tapi semuanya sudah mulai bergerak.
Artikel Terkait
Iran Tuding AS Serang Kapal Tanker di Selat Hormuz, Pasukan Garda Revolusi Balas Tembak
Pimpinan Ponpes di Lahat Diduga Cabuli Empat Santriwati, Warga Geruduk Lokasi Desak Polisi Turun Tangan
PT Simone Batang Investasi Rp429 Miliar di KEK Industropolis, Target Serap 6.000 Tenaga Kerja
Trump dan Von der Leyen Sepakat Tolak Ambisi Nuklir Iran di Tengah Negosiasi Tarif AS-UE