Laporan terkini dari Korlantas Polri menunjukkan situasi yang cukup positif. Selama libur Natal dan Tahun Baru, lalu lintas secara umum terpantau lancar. Padat sih, tapi masih bisa dikatakan terkendali. Pantauan dilakukan di mana-mana, mulai dari ruas tol, jalan-jalan utama, sampai ke kawasan wisata dan pelabuhan yang biasanya jadi titik kemacetan.
Nah, soal arus mudik, puncaknya sepertinya sudah berhasil dilalui. Menurut Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, pergerakan kendaraan yang keluar dari Jakarta sudah mencapai angka yang cukup signifikan.
“Sampai saat ini, yang sudah keluar dari Jakarta sudah 70 persen, jadi sekitar 2.032.000 kendaraan. Maka dari itu Korlantas Polri dan jajaran, dalam rangka Kamseltibcarlantas, tentunya akan menyiapkan arus balik,” jelas Agus.
Dengan kata lain, fokus sekarang beralih. Persiapan untuk menyambut arus balik sudah dimatangkan. Agus menyebut ada dua gelombang yang sudah dipetakan dan disiapkan skenarionya.
“Arus balik pertama nanti akan kita lihat setelah perayaan Tahun Baru, kami memprediksikan kemungkinan tanggal 1 Januari. Kami juga persiapkan pengamanan Tahun Baru, di samping itu juga dengan stakeholder kita siapkan rencana arus balik kedua tanggal 4 Januari, ini sudah kita persiapkan langkah-langkah strategi dan cara bertindaknya,” ujarnya.
Persiapan ini tentu saja dilakukan bersama berbagai pihak terkait. Jadi bukan cuma soal mengatur arus kendaraan.
Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada malam pergantian tahun. Pengamanan dibagi dalam beberapa klaster, termasuk lokasi-lokasi perayaan yang berpotensi ramai. Beberapa daerah bahkan mengambil langkah ekstra. Jakarta dan Bali, misalnya, memberlakukan pembatasan seperti melarang pesta kembang api. Tujuannya jelas, agar suasana tetap aman dan kondusif.
“Kemarin saya berkunjung ke Bali, mudah-mudahan tempat-tempat yang menjadi lokasi perayaan sudah mempersiapkan pengamanan secara optimal dan kolaboratif,” tambah Agus.
Khusus di wilayah Jakarta, Polda Metro Jaya akan mengerahkan hampir 800 personel Polantas. Mereka akan mengatur rekayasa lalu lintas, seperti sistem buka-tutup jalan dan pengalihan arus di titik-titik rawan.
“Sebelum dan setelah perayaan, rekayasa lalu lintas tetap kita kelola dengan baik. Di Polda Metro Jaya hampir 800 personel Polantas dilibatkan, di antaranya untuk buka-tutup jalan dan pengalihan arus. Kota-kota lain juga kita monitor melalui Posko KM 29,” tegasnya.
Menjelang arus balik, imbauan keselamatan pun digaungkan. Agus mengingatkan, jalan yang terlihat lengang justru bisa berbahaya. Itu sering bikin pengendara lengah dan ngebut.
“Utamakan keselamatan, manajemen perjalanan, pastikan kendaraan dalam kondisi prima, pengemudi juga harus fit. Atur jarak tempuh dan waktu istirahat, jangan memaksakan diri,” pungkasnya.
Pesan itu sederhana tapi penting. Libur panjang memang menyenangkan, tapi pulang dengan selamat tentu jauh lebih utama.
Artikel Terkait
Tiket Mudik Lebaran 2026 Ludes 1,62 Juta, Okupansi Kereta Capai 42%
Indonesia dan Negara Arab Kecam Keras Pernyataan Dubes AS soal Hak Israel Kuasai Timur Tengah
HIMKI Dorong Pemerintah Perjuangkan Tarif Nol Persen untuk Ekspor Mebel ke AS
KPAI Desak Perlindungan Keluarga Korban Dugaan Penganiayaan oleh Brimob di Maluku