JAKARTA Pernyataan kontroversial Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, memicu gelombang kecaman keras dari Indonesia. Intinya? Dia bilang Israel punya hak, berdasarkan klaim Alkitab, untuk menguasai sebagian besar wilayah Timur Tengah. Bagi Kemlu RI, pernyataan semacam ini bukan cuma provokatif, tapi benar-benar berbahaya.
Lewat akun X-nya, @Kemlu_RI, pemerintah menyampaikan kecaman dan keprihatinan mendalam. Mereka menilai pernyataan Dubes Huckabee itu mengindikasikan bahwa boleh saja bagi Israel untuk mengendalikan wilayah-wilayah milik negara Arab, termasuk Tepi Barat yang masih diduduki. Rasanya seperti mengabaikan kedaulatan negara lain begitu saja.
Nah, yang menarik, Indonesia tidak sendirian. Kemlu menyebutkan sederet negara yang juga bersuara lantang menolak. Mulai dari Mesir, Yordania, Arab Saudi, hingga Qatar dan Kuwait. Lembaga seperti Liga Arab dan OKI pun ikut bersikap. Inti penolakan mereka sama: pernyataan Huckabee dinilai sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan Piagam PBB. Bahkan disebut mengancam stabilitas kawasan yang sudah rentan.
“Mereka menegaskan penolakan tegas,” bunyi keterangan Kemlu, “terhadap pernyataan berbahaya dan provokatif tersebut.”
Menurut mereka, ucapan sang dubes justru bertolak belakang dengan visi pemerintahan Presiden AS sendiri, Donald Trump, yang katanya punya rencana komprehensif untuk perdamaian di Gaza. Bagaimana bisa mendamaikan konflik kalau ada pernyataan yang justru melegitimasi penguasaan tanah orang lain?
Jalan keluar satu-satunya, ya, menciptakan solusi politik yang utuh. Solusi yang menjamin rakyat Palestina bisa punya negara merdeka. Tanpa itu, perdamaian sejati hanya akan jadi mimpi.
Kemlu RI dengan tegas menyatakan, Israel sama sekali tidak punya kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki, apalagi wilayah Arab lainnya. Mereka juga menolak segala upaya untuk mencaplok Tepi Barat atau memisahkannya dari Jalur Gaza. Aktivitas permukiman Israel? Itu juga ditentang keras. Begitu pula ancaman apa pun terhadap kedaulatan negara-negara Arab di kawasan.
Peringatannya jelas: jika kebijakan ekspansionis Israel dan langkah-langkah melanggar hukum terus berlanjut, yang ada hanya akan memperburuk kekerasan. Konflik akan makin dalam, dan peluang perdamaian bisa sirna sama sekali. Karena itulah, mereka mendesak agar pernyataan-pernyataan provokatif seperti itu dihentikan.
“Kementerian-kementerian tersebut menegaskan komitmen teguh negara-negara mereka terhadap hak rakyat Palestina,” tegasnya. Hak untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara merdeka berdasarkan batas 4 Juni 1967. Itu prinsip yang tak bisa ditawar.
Lalu, apa sebenarnya yang diucapkan Huckabee sampai segininya reaksinya?
Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis Tucker Carlson, dia berargumen bahwa Tuhan, menurut Alkitab, telah memberikan tanah itu kepada orang Yahudi. Wilayahnya membentang dari Sungai Nil sampai Sungai Eufrat yang pada dasarnya mencakup hampir seluruh Timur Tengah.
Dengan nada yang tak kalah mengejutkan, Huckabee menyimpulkan, “Tidak masalah jika mereka merebut semuanya.”
Pernyataan itu, yang kemudian dilaporkan ulang oleh beberapa media, jelas seperti bara yang dilemparkan ke tumpukan jerami. Dan sekarang, apinya mulai membesar.
Artikel Terkait
Tiket Mudik Lebaran 2026 Ludes 1,62 Juta, Okupansi Kereta Capai 42%
HIMKI Dorong Pemerintah Perjuangkan Tarif Nol Persen untuk Ekspor Mebel ke AS
KPAI Desak Perlindungan Keluarga Korban Dugaan Penganiayaan oleh Brimob di Maluku
Apindo Minta Pemerintah Pantau Ketat Dampak Kenaikan Tarif Dagang AS