Banjir bandang yang melanda Tapanuli Tengah akhir tahun lalu benar-benar menyisakan duka. Bukan cuma kerusakan material, tapi juga keterisolasian. Nah, situasi itu kembali terulang. Jembatan penghubung antar desa yang baru dibangun, ambruk lagi diterjang banjir susulan pada Senin, 16 Februari 2026 lalu.
Akibatnya, warga di Desa Sigiring-giring kembali terpencil. Untuk sekadar ke Kelurahan Hutanabolon atau daerah lain di Kecamatan Tukka, mereka harus nekat menyeberangi Sungai Tukka. Bisa-bisa sih saat air surut, tapi jelas sangat berbahaya kalau hujan turun dan debit air meninggi.
Melihat kondisi itu, prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 908/Gaja Dompak (Yonif TP 908/GD) turun tangan. Mereka bergerak cepat untuk memperbaiki jembatan yang putus itu.
kata Letda Riswan Sinaga, Perwira TNI dari satuan tersebut, Minggu (22/2/2026).
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Subsidi BBM Dipertahankan untuk 80 Persen Rakyat Miskin
Banyumas Olah Sampah Jadi Bahan Bakar, Capai 100 Ton RDF per Hari
Australia dan Palembang Perdalam Kerja Sama Sanitasi dan Lingkungan
PT Freeport Indonesia Kenang 9 Korban Jiwa dalam Peringatan HUT ke-59