Jakarta – Kementerian Pertahanan dan TNI mulai mengencangkan ikat pinggang. Fokusnya? Penggunaan BBM untuk alutsista dan kendaraan dinas bakal dihemat. Ini bukan langkah darurat, begitu penegasan mereka, melainkan bentuk antisipasi belaka.
Latar belakangnya tentu situasi global yang tak menentu. Dinamika geopolitik dunia, yang bisa saja menggoyah stabilitas pasokan energi, membuat mereka tak mau lengah. Kebijakan ini digulirkan bertahap, sebagai bagian dari respons atas kondisi itu.
Di sisi lain, langkah ini rupanya sejalan dengan arahan dari Istana. Presiden Prabowo Subianto disebutkan menekankan pentingnya efisiensi di tingkat nasional. Namun begitu, pesannya jelas: pelayanan publik dan kesiapan pertahanan negara jangan sampai terganggu.
Nah, bagaimana penerapannya?
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Rico Ricardo Sirait, memberi penjelasan. Menurutnya, efisiensi akan difokuskan pada aspek-aspek pendukung. Sementara untuk hal-hal yang bersifat strategis, operasionalnya tetap harus optimal, tidak boleh dikurangi.
Artikel Terkait
Plt Sekretaris DPRD Blora Akui Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
Iran Ancam Tutup Selat Hormuz dan Serang Israel Balas Ultimatum Trump
Mendagri Tito Kritik Kelambanan Data Pemda Hambat Pembangunan Huntap Pascabencana
Pemain Inti Timnas Indonesia Mulai Berdatangan Jelang FIFA Series 2026