Jakarta – Kementerian Pertahanan dan TNI mulai mengencangkan ikat pinggang. Fokusnya? Penggunaan BBM untuk alutsista dan kendaraan dinas bakal dihemat. Ini bukan langkah darurat, begitu penegasan mereka, melainkan bentuk antisipasi belaka.
Latar belakangnya tentu situasi global yang tak menentu. Dinamika geopolitik dunia, yang bisa saja menggoyah stabilitas pasokan energi, membuat mereka tak mau lengah. Kebijakan ini digulirkan bertahap, sebagai bagian dari respons atas kondisi itu.
Di sisi lain, langkah ini rupanya sejalan dengan arahan dari Istana. Presiden Prabowo Subianto disebutkan menekankan pentingnya efisiensi di tingkat nasional. Namun begitu, pesannya jelas: pelayanan publik dan kesiapan pertahanan negara jangan sampai terganggu.
Nah, bagaimana penerapannya?
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Rico Ricardo Sirait, memberi penjelasan. Menurutnya, efisiensi akan difokuskan pada aspek-aspek pendukung. Sementara untuk hal-hal yang bersifat strategis, operasionalnya tetap harus optimal, tidak boleh dikurangi.
“Kemhan dan TNI melakukan penyesuaian internal yang bersifat administratif dan manajerial. Efisiensi difokuskan pada aspek pendukung, sementara operasional strategis dan kesiapsiagaan pertahanan tetap menjadi prioritas utama,”
– ujar Rico dalam keterangan tertulis, Senin (23/3/2026).
Jadi, intinya pengaturan ulang. Sumber daya akan dialokasikan dengan lebih efektif, berdasarkan skala prioritas. Baik itu untuk operasional alat tempur maupun mobilitas harian. Nantinya, setiap satuan kerja bisa menyesuaikan kebijakan ini sesuai kebutuhan masing-masing.
Beberapa wujud konkretnya sudah disiapkan. Misalnya, penyesuaian hari kerja di beberapa fungsi tertentu dari lima hari menjadi empat hari dalam seminggu. Lalu, ada pengaturan pemakaian alutsista yang akan mengacu pada indeks prioritas operasi. Penggunaan kendaraan dinas dan angkutan pegawai juga bakal dibatasi.
Meski sejumlah pengetatan akan berlaku, Kemhan berulang kali menegaskan. Ini murni soal kesiapsiagaan dan kedisiplinan mengelola sumber daya strategis, bukan karena cadangan energi kita menipis. Pemerintah sendiri memastikan stok cadangan energi nasional masih aman.
Pada akhirnya, langkah ini juga diharapkan jadi contoh. Kemhan dan TNI mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut memperkuat ketahanan nasional. Caranya? Dengan mengedepankan rasa tanggung jawab dan, tentu saja, semangat bela negara.
Editor: Redaktur
Artikel Terkait
Lansia 87 Tahun di Muara Enim Tewas Dibunuh Anak dan Cucu karena Dendam Lama
Rentetan Kekerasan Seksual di Pesantren dan Institusi Agama: Pola Kuasa, Budaya Bungkam, dan Lemahnya Pengawasan
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan di Pintu Masuk Indonesia
Gempa Magnitudo 3,7 Guncang Mentawai, BMKG Sebut Gempa Dangkal