LP3I Depok Gelar Workshop, Bantu Guru Rakit Portofolio Digital

- Kamis, 22 Januari 2026 | 13:00 WIB
LP3I Depok Gelar Workshop, Bantu Guru Rakit Portofolio Digital

Go Digital! Dosen dan Mahasiswa LP3I Bikin Workshop Portofolio Online untuk Guru

Teknologi digital makin pesat. Ini nggak cuma mengubah cara mengajar, tapi juga bagaimana seorang pendidik membangun citra profesional di dunia maya. Tantangan ini yang coba dijawab oleh sejumlah dosen dan mahasiswa Politeknik LP3I Jakarta.

Mereka baru saja menggelar workshop pembuatan portofolio online lewat WordPress. Kegiatan yang diadakan secara daring ini berpusat di Kampus Depok, dan menarik minat 25 tenaga pendidik dari berbagai latar belakang.

Ketua panitia, Nasril, S.Kom., M.M., menjelaskan tujuannya.

"Intinya, kami mau kasih bekal keterampilan praktis. Biar peserta bisa bikin portofolio digital yang profesional, informatif, dan gampang diakses siapa saja," ujarnya.

Menurutnya, di zaman sekarang, portofolio online udah jadi kebutuhan pokok. Bukan sekadar pelengkap.

"Ini cara untuk menampilkan kompetensi, pengalaman, dan karya-karya kita secara terstruktur. Biar lebih kredibel," sambung Nasril.

Workshop diawali dengan bahasan soal pentingnya personal branding di era digital. Peserta diajak melihat portofolio online sebagai alat strategis: untuk memperluas jaringan, mendukung karier, dan membangun kepercayaan publik.

Pemateri sengaja memilih WordPress karena dinilai fleksibel dan ramah untuk pemula. "Jadi, peserta bisa bikin website sendiri tanpa perlu jadi ahli teknis dulu," jelas Nasril.

Peserta kemudian dibimbing langkah demi langkah. Mulai dari mengenal dasarnya, milih tema yang cocok, ngatur halaman, sampai mengisi konten seperti profil, riwayat mengajar, sertifikat, dan dokumentasi kegiatan.

Yang menarik, pendekatannya interaktif banget. Peserta nggak cuma dengar teori, tapi langsung praktik bikin portofolio secara real time.

Keberhasilan acara ini, kata Nasril, dapat dukungan penuh dari Farizal Marzuki, S.Sos., M.A. "Dukungan itu bentuk nyata komitmen kami untuk tingkatkan literasi digital para pendidik," ucapnya.

Ia juga menekankan, workshop ini jadi bukti kolaborasi solid antara dosen dan mahasiswa dalam pengabdian masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Nasril dibantu langsung oleh mahasiswa: Muhammad Naufal A., Erik Andika Bagaskara, dan Muhamad Farid. Mereka bertindak sebagai pendamping teknis yang siap membantu peserta.

Peran mahasiswa ternyata nggak cuma di sisi teknis. Mereka juga memberi pendampingan dengan komunikasi yang cair dan solutif, bikin peserta merasa lebih santai dan terbantu.

Buat mahasiswa sendiri, ini pengalaman berharga. Mereka bisa mengasah kemampuan komunikasi, kerja tim, sekaligus menerapkan ilmu dari kampus. Kolaborasi semacam ini memang jadi semangat LP3I Jakarta: menciptakan lulusan yang siap terjun dan berkontribusi langsung.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang acara. Dari diskusi, tanya jawab, sampai praktik. Banyak yang bilang workshop ini membuka wawasan baru dan memberi skill yang relevan dengan kebutuhan zaman sekarang.

Portofolio online dinilai bisa bantu mereka menampilkan profil secara lebih modern dan mudah dijangkau baik oleh institusi, mitra kerja, atau masyarakat umum.

"Dengan ini, LP3I Jakarta Kampus Depok tegaskan komitmen dukung transformasi digital di pendidikan," jelas Nasril.

Ia berharap, kegiatan ini jadi langkah awal bagi para pendidik untuk terus kembangkan kompetensi digital mereka. Teknologi harus dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang profesionalisme.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan bisa dikembangkan dengan cakupan lebih luas dan materi yang lebih mendalam. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat juga perlu diperkuat.

Dengan semangat "Go Digital", para tenaga pendidik diharapkan bisa terus beradaptasi dan berinovasi, mengikuti dinamika dunia pendidikan yang kian hari kian digital.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar