katanya singkat. Artinya, unsur pengembangan itulah yang menentukan apakah suatu organisasi atau bahkan bangsa, bisa bertahan dan berlanjut ke depan.
Sementara itu, Ketua Panitia RKA, Nurjianto, menekankan bahwa forum ini bukan acara seremonial belaka. Ini adalah ruang musyawarah penting. Tempat untuk menyatukan berbagai gagasan dan menyelaraskan visi pelestarian Tosan Aji di tingkat nasional.
“Di sini semangat perserikatan diuji dan diperkuat agar Senapati Nusantara tetap kokoh, solid, dan berdaya guna bagi masyarakat serta bangsa,”
ujar Nurjianto.
Rapat kerja yang cukup meriah ini dihadiri oleh berbagai tokoh kunci. Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, hadir memberikan dukungan. Tak ketinggalan perwakilan dari Keraton Yogyakarta, sejumlah kepala daerah, dan bahkan perwakilan Kedutaan Besar Jepang. Tentu saja, para empu dan pelestari Tosan Aji dari berbagai penjuru daerah memadati pendapa.
Acara pun tak hanya berisi rapat. Untuk menghidupkan suasana, panitia merangkainya dengan pagelaran budaya dan bursa Tosan Aji. Sebuah cara yang pas untuk menunjukkan bahwa warisan leluhur ini memang masih punya denyut nadi yang kuat.
Artikel Terkait
Dua Kelarga Berdamai, Kasus Penganiayaan Anak di Warung Kelontong Ditutup
Uang Haram Sertifikasi K3 Dijadikan Uang Saku Pejabat Kemnaker
KPK Selidiki Gus Alex, Diduga Jadi Pipa Aliran Dana Travel Haji ke Kemenag
Menteri Lingkungan Hidup Bongkar Lubang Korupsi di Balik Gunungan Sampah