Trump Duga Putin Bantu Iran dalam Konflik dengan AS dan Israel

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:40 WIB
Trump Duga Putin Bantu Iran dalam Konflik dengan AS dan Israel

Dalam sebuah wawancara radio yang cukup mengejutkan, mantan Presiden AS Donald Trump menyiratkan adanya campur tangan Rusia dalam konflik terkini. Dia menduga Vladimir Putin mungkin diam-diam membantu Iran, yang saat ini sedang berperang dengan Amerika Serikat dan Israel.

"Saya pikir dia mungkin sedikit membantunya, ya, saya kira," ujar Trump kepada Fox News Radio, Jumat lalu.

Lalu dia menambahkan, "Dan dia mungkin berpikir kita membantu Ukraina, kan?"

Pernyataan Trump ini seolah mengonfirmasi laporan sejumlah media AS belakangan ini. Media-media itu menyebut Rusia telah memberikan informasi target intelijen kepada Iran, khususnya untuk menyerang posisi pasukan AS di lapangan.

Perang ini sendiri sudah berlangsung panas sejak akhir Februari. Awalnya, serangan gabungan AS dan Israel menghantam Iran dan menewaskan pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei. Sejak saat itu, Iran tak tinggal diam. Mereka membalas dengan meluncurkan serangan ke Israel dan sejumlah fasilitas milik AS di kawasan Teluk.

Hingga kini, situasinya masih tegang dan belum ada tanda-tanda mereda.

Baru-baru ini, misalnya, Iran kembali meluncurkan rudal ke arah Tel Aviv. Suara sirene peringatan langsung meraung di kota itu, diikuti oleh dentuman ledakan yang memecah langit.

Militer Israel dengan cepat merespons ancaman tersebut.

"IDF mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel. Sistem pertahanan beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut," jelas pernyataan resmi mereka.

Media seperti Al Jazeera juga melaporkan upaya pencekatan yang dilakukan Israel. Peringatan darurat pun disebarkan kepada warga.

"Anda harus memasuki area yang dilindungi setelah menerima peringatan, dan tetap di sana sampai pemberitahuan lebih lanjut," begitu imbauan militer yang terdengar serius.

Semuanya terjadi sangat cepat. Dan dunia kembali menahan napas, menunggu perkembangan selanjutnya dari konflik yang semakin rumit ini.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini