Ketua Komisi VIII Tak Sadar Ada Upaya Pengkondisian Pansus Haji oleh Yaqut

- Jumat, 13 Maret 2026 | 22:00 WIB
Ketua Komisi VIII Tak Sadar Ada Upaya Pengkondisian Pansus Haji oleh Yaqut

Jakarta – Kabar soal dugaan pengkondisian Panitia Khusus Haji DPR oleh mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas ternyata bikin kaget banyak pihak. Tak terkecuali Marwan Dasopang, Ketua Komisi VIII yang juga anggota pansus itu sendiri. Ia mengaku sama sekali tak menyadari ada upaya semacam itu berlangsung.

"Saya enggak tahu. Saya hanya menjalankan Pansus saja, enggak tahu yang gitu-gitu, enggak tahu,"

Ucap Marwan dengan nada tegas, saat dijumpai di Senayan, Jumat lalu. Ia terlihat masih menyimpan keheranan.

Menurutnya, fokus pansus waktu itu cuma satu: mengumpulkan data soal penyelenggaraan haji. Kerjanya pun serius, bahkan sampai berjibaku di Arab Saudi. "Tidak mudah, lho, dapat data-data di sana. Dari situ akhirnya kita ambil kesimpulan," jelas politikus PKB itu.

Kesimpulan yang dimaksud, ya itu: bila ada indikasi pelanggaran hukum, urusannya diserahkan ke aparat penegak hukum. Titik. "Kami kan enggak punya wewenang lebih dari itu," tambah Marwan. Soal kabar pemberian uang yang kini mencuat, ia cuma geleng-geleng. "Saya terkejut juga. Enggak paham saya, soalnya saya menjalankan terus kerja pansus."

Di sisi lain, gosip ini bukan datang tanpa sumber. KPK sendiri yang membuka suara.

Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkap ada upaya pemberian 'sesuatu' dari Yaqut saat pansus mulai bekerja. "Tapi ditolak," kata Asep di kantornya, Kamis lalu.

Nilai yang disebut-sebut sekitar 1 juta dolar AS. Konon, dananya dikumpulkan dari pungutan pada penyelenggara haji khusus sebuah skema yang diarahkan mantan staf khusus Yaqut, Ishfah Abidal Aziz atau Gus Alex.

Perkara ini kian runyam setelah KPK resmi menahan Yaqut sebagai tersangka korupsi kuota haji. Kerugian negaranya ditaksir mencapai Rp622 miliar. Pasal yang menjerat pun berat, terkait UU Tipikor.

Marwan, ketika ditanya komentarnya tentang perkembangan terbaru ini, hanya singkat. "Kesimpulannya sudah kita sebutkan. Nah, sekarang terjadi itu, komentar saya? Enggak ada komentar," pungkasnya. Ia seperti ingin menutup percakapan, meninggalkan tanda tanya yang masih menggantung di udara.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar