Lalu, dari sisi jenis kelamin, proporsi perempuan juga cukup dominan. Sekitar 56 persen dari total 221 ribu jemaah haji reguler dan khusus tahun depan adalah perempuan.
Semua data itu bermuara pada satu hal: kebutuhan akan perlindungan dan pendampingan ekstra.
"Artinya semuanya membutuhkan perlindungan dan pendampingan yang sangat tinggi dari para petugas haji," tegas Dahnil.
Karena itulah, imbauan terus disuarakan sejak dini.
"Oleh sebab itu, kami sejak awal jemaah risti, kemudian lansia, perempuan, kami selalu mengimbau beliau-beliau yang nanti menunaikan haji itu harus selalu mengikuti panduan dan arahan dari petugas haji di Kementerian Haji dan Umrah, terutama terkait dengan kapasitas fisik, stamina, dan sebagainya," pungkasnya.
Intinya, kerja sama antara jemaah dan petugas menjadi penentu. Tanpa itu, mengawal ratusan ribu orang dengan beragam kondisi di tanah suci akan jadi tantangan yang sangat berat.
Artikel Terkait
Tiga Pencuri TV Uya Kuya Divonis, Dua Langsung Bebas
Tito Karnavian Beri Tenggat, Bantuan Korban Bencana Sumatera Segera Cair
Bima Arya Soroti Strategi Licik Industri Rokok di Panggung APCAT Summit
Nyawa di Ujung Aspal: Kisah Para Penjaga Simpang di Jalur Cepat Bantul