"Tahun depan, 2026, targetnya tambah 1 juta panel lagi. Harapannya, tiap sekolah punya setidaknya 3 sampai 4 kelas yang dilengkapi teknologi ini. Dalam tiga tahun, kami berkomitmen agar semua sekolah di Indonesia memiliki minimal 6 ruang kelas dengan panel interaktif digital."
Selain digitalisasi, pembangunan fisik juga digencarkan. Rencananya, 60 ribu sekolah akan direnovasi dan 500 sekolah unggulan baru akan didirikan. Prabowo juga tak lupa menyebut capaian program Sekolah Rakyat yang sudah mencapai 166 unit.
Program ini memang punya misi sosial yang kuat: memberi akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Target jangka panjangnya, Indonesia akan memiliki 500 Sekolah Rakyat.
"Saya bertekad, anak dari orang yang paling miskin sekalipun tidak boleh terjebak dalam kemiskinan. Mereka berhak mendapat kesempatan yang sama. Karena itulah saya sudah bangun 166 dan akan terus lanjutkan sampai total 500 sekolah berasrama ini," ungkap Prabowo.
Tak berhenti di pendidikan dasar dan menengah, visinya merambah ke perguruan tinggi. Terbaru, ia menyatakan rencana pembangunan 10 universitas baru. Saat ini, pemerintah masih menjajaki kerja sama dengan sejumlah kampus ternama di Eropa dan Amerika Utara.
"Tujuannya untuk menjalin kolaborasi, menciptakan universitas dan kampus berstandar internasional," katanya menutup penjelasan.
Artikel Terkait
Prabowo di Davos: Tegas Hukum, Genjot SDM, dan Gaungkan Perdamaian
Genangan Lutut Masih Selimuti Daan Mogot, Pengguna Jalan Diminta Cari Jalur Lain
Jakarta Siaga Awas, Hujan Ekstrem Diprediksi Berlanjut hingga Akhir Januari
Korban Terakhir Kecelakaan Maut Adamuz Akhirnya Ditemukan, Korban Tewas Genap 45 Jiwa