Di tengah hiruk-pikuk World Economic Forum di Davos, Swiss, Presiden Prabowo Subianto menyuarakan satu hal yang menurutnya fundamental: masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas manusianya. Pernyataannya itu ia sampaikan pada Kamis (22/1) lalu, menegaskan bahwa fokus pemerintahannya adalah membangun SDM.
"Saya punya keyakinan kuat, modal manusialah yang menentukan pertumbuhan dan keuntungan jangka panjang," ujar Prabowo.
"Pengembangan sumber daya manusia itu kunci mutlak menuju bangsa yang berkembang dan sukses."
Baginya, tanpa pendidikan yang memadai, sebuah negara sulit berharap banyak. Pendidikan, dalam pandangannya, adalah penentu kecerdasan kolektif rakyat. Bahkan, ia menyebutnya dengan tegas.
"Kurangnya pendidikan adalah jalan lurus menuju negara gagal. Mustahil sebuah negara bisa stabil dan makmur kalau rakyatnya buta huruf, atau tak mampu mengikuti perkembangan sains dan teknologi modern," jelasnya.
Lalu, bagaimana langkah konkretnya? Prabowo memaparkan sejumlah program yang sedang digeber. Infrastruktur pendidikan didorong lewat digitalisasi besar-besaran. Salah satu andalannya adalah memasang panel layar interaktif di ruang-ruang kelas.
"Contohnya tahun lalu, kami merenovasi lebih dari 16 ribu sekolah. Tidak hanya itu, kami juga melengkapi 288.000 sekolah dengan satu panel layar datar interaktif berukuran 75 inci," paparnya.
Artikel Terkait
Prabowo di Davos: Tegas Hukum, Genjot SDM, dan Gaungkan Perdamaian
Genangan Lutut Masih Selimuti Daan Mogot, Pengguna Jalan Diminta Cari Jalur Lain
Jakarta Siaga Awas, Hujan Ekstrem Diprediksi Berlanjut hingga Akhir Januari
Korban Terakhir Kecelakaan Maut Adamuz Akhirnya Ditemukan, Korban Tewas Genap 45 Jiwa