Pelunasan biaya haji reguler untuk tahun 2026 ternyata sudah melampaui target. Tercatat, realisasinya mencapai 102 persen. Angka ini tak hanya dari jemaah reguler, tapi juga disumbang oleh mereka yang masuk dalam daftar cadangan.
Kalau dilihat dari data di laman Kemenhaj, persentase pelunasan Bipih oleh jemaah reguler bahkan lebih detail: 102,81 persen. Artinya, antusiasme masyarakat untuk berangkat tahun depan sangat tinggi.
Menyikapi hal ini, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, menegaskan komitmennya. Kemenhaj, kata dia, bakal mengutamakan keselamatan dan kenyamanan jemaah sejak mereka masih di Indonesia.
“Kami memastikan seluruh aspek layanan, mulai dari pemberangkatan, Armuzna, akomodasi, transportasi, hingga layanan kesehatan, dipersiapkan secara matang dengan mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan perlindungan jemaah,”
Gus Irfan menyampaikan hal itu dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, di Senayan, Jakarta, Rabu (21/1) lalu.
Di sisi lain, dia juga menegaskan bahwa semua arahan dari parlemen akan jadi pedoman utama. Tujuannya jelas: mematangkan persiapan untuk haji 1447 H atau 2026 M.
“Seluruh arahan Komisi VIII DPR RI menjadi pedoman Kementerian Haji dan Umrah dalam memastikan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M berjalan tepat waktu, berkualitas, dan berorientasi penuh pada pelindungan jemaah,”
Ucapnya tegas.
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional