Nah, sebagai langkah nyata, Gus Irfan akan segera menyampaikan rencana detail. Mulai dari jadwal pemberangkatan per embarkasi, jenis pesawat tiap kloter, hingga kepastian waktu pelunasan untuk semua layanan. Informasi soal akomodasi pun dijanjikan akan terbuka.
Transparansi juga ditekankan untuk hal-hal krusial. Misalnya, data penempatan jemaah di Arafah dan Mina, jalur yang digunakan di Muzdalifah, hingga jadwal kepulangan. Komposisi petugas haji (PPIH) di Arab Saudi, baik yang di Makkah maupun Madinah, juga akan diumumkan.
Soal kesehatan, persiapannya tidak main-main. Tenaga kesehatan profesional akan disiagakan, didukung sarana prasarana yang memadai. Bahkan sudah disiapkan 40 klinik di dua kota suci. Langkah mitigasi untuk antisipasi keadaan darurat pun sudah dirancang, agar pelayanan tidak terganggu.
Di tempat yang sama, Komisi VIII DPR RI memberi apresiasi. Capaian pelunasan Bipih yang tembus di atas 100 persen patut diacungi jempol.
“Komisi VIII DPR RI mengapresiasi capaian pelunasan Bipih yang melampaui target. Namun capaian ini harus dibarengi dengan kesiapan menyeluruh di lapangan, mulai dari kepastian layanan Arafah, Muzdalifah, dan Mina, akomodasi, transportasi, hingga pelayanan kesehatan jemaah,”
Demikian penegasan Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang.
Jadi, meski pembayaran lancar, tantangan sesungguhnya ada di kesiapan operasional di tanah suci. Itulah yang kini menjadi fokus utama.
Artikel Terkait
Purbaya Geram: Perusahaan Baja China Diduga Hina Indonesia dengan Pengemplangan Pajak
Barron Trump Selamatkan Nyawa Wanita dari Panggilan Video Mencekam
Sungai Cipedang Meluap, Sejumlah Kampung di Lebak Terendam Banjir
Kisah Kezia Syifa dan Sosok AI yang Mengabdi ke Militer AS