“Kalau harga pasar naik, masyarakat bisa larinya ke Warung Segoro Amarto,” jelasnya.
Nah, Wamira inilah yang nantinya akan menjadi kepanjangan tangan warung tersebut, menjangkau langsung permukiman warga. Bentuknya direncanakan berupa warung kecil yang tersebar di kampung-kampung.
“Kalau kita menginisiasi 14, saya kira sangat merata dan adil,” kata Hasto soal angka awal tersebut.
Jika program ini berjalan baik dan berkembang, target ke depannya lebih ambisius lagi. Jumlah Wamira diharapkan bisa bertambah, bahkan menjangkau seluruh kelurahan di Yogyakarta yang totalnya ada 45. Harapannya jelas: agar akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga stabil semakin mudah dan dekat.
Artikel Terkait
Prabowo di Davos: Perang Terbuka Melawan Korupsi dan Perusakan Hukum
Daan Mogot Tergenang 50 Cm, Arus Lalu Lintas Lumpuh Total
KPK Geledah Dua Kepala Daerah dalam Dua Hari Beruntun
Hati-Hati, Pakai Sepatu Padel untuk Jalan-Jalan Bisa Rusak dan Bahaya