“Kalau harga pasar naik, masyarakat bisa larinya ke Warung Segoro Amarto,” jelasnya.
Nah, Wamira inilah yang nantinya akan menjadi kepanjangan tangan warung tersebut, menjangkau langsung permukiman warga. Bentuknya direncanakan berupa warung kecil yang tersebar di kampung-kampung.
“Kalau kita menginisiasi 14, saya kira sangat merata dan adil,” kata Hasto soal angka awal tersebut.
Jika program ini berjalan baik dan berkembang, target ke depannya lebih ambisius lagi. Jumlah Wamira diharapkan bisa bertambah, bahkan menjangkau seluruh kelurahan di Yogyakarta yang totalnya ada 45. Harapannya jelas: agar akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga stabil semakin mudah dan dekat.
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional