Di tengah hiruk-pikuk World Economic Forum, ada satu kabar yang menarik perhatian. Indonesia, bersama tujuh negara berpenduduk mayoritas muslim, memutuskan untuk menerima undangan Presiden AS Donald Trump. Undangan itu untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang ia pimpin.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang menjelaskan keputusan ini. Menurutnya, langkah itu tak lepas dari kehendak Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau secara kehendak, ya tentunya Bapak Presiden akan mempertimbangkan untuk bergabung karena yang penting kan tujuannya," ujar Prasetyo kepada para wartawan, Kamis (22/1) lalu.
"Tujuannya adalah mempercepat proses perdamaian di Gaza," tegasnya.
Artikel Terkait
Celah di Laut Maluku: DPR Soroti Penyelundupan WNA Tiongkok Lewat Jalur Terpencil
Gus Ipul Ingatkan Pendamping PKH: Tidak Ada Murid Titipan di Sekolah Rakyat
Dubes Iran di Jakarta: Aksi Protes Dibajak, Mossad dan CIA Dituding Dalangi Kekerasan
Gugatan Rp3,89 Triliun dan Izin yang Dicabut: Akhir Kisah Toba Pulp Lestari?