Jadi, alasan utamanya jelas: mendorong perdamaian antara Israel dan Palestina. Niat itu tertuang dalam sebuah pernyataan bersama yang ditandatangani Menlu RI dan rekan-rekannya dari Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, serta Uni Emirat Arab.
Di sisi lain, ternyata bukan hanya negara-negara Islam yang masuk. Israel, Vietnam, Hungaria, hingga Argentina juga memutuskan untuk bergabung. Maroko, Kazakhstan, dan Uzbekistan pun ikut serta. Kabarnya, undangan Trump disebar ke sekitar 60 negara.
Namun begitu, respons dunia ternyata beragam. China dan sebagian besar negara Uni Eropa, misalnya, memilih untuk mengabaikan tawaran itu. Mereka sepertinya masih menunggu dan melihat.
Forum ekonomi dunia itu sendiri jadi ajang pertemuan para pemimpin global. Di sana, Prabowo dan yang lain membicarakan berbagai tantangan dunia. Dan keputusan untuk masuk ke Dewan Perdamaian Trump, dalam keriuhan WEF, menjadi salah satu isu yang mengemuka.
Artikel Terkait
Celah di Laut Maluku: DPR Soroti Penyelundupan WNA Tiongkok Lewat Jalur Terpencil
Gus Ipul Ingatkan Pendamping PKH: Tidak Ada Murid Titipan di Sekolah Rakyat
Dubes Iran di Jakarta: Aksi Protes Dibajak, Mossad dan CIA Dituding Dalangi Kekerasan
Gugatan Rp3,89 Triliun dan Izin yang Dicabut: Akhir Kisah Toba Pulp Lestari?