Di tengah hiruk-pikuk World Economic Forum, ada satu kabar yang menarik perhatian. Indonesia, bersama tujuh negara berpenduduk mayoritas muslim, memutuskan untuk menerima undangan Presiden AS Donald Trump. Undangan itu untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang ia pimpin.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang menjelaskan keputusan ini. Menurutnya, langkah itu tak lepas dari kehendak Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau secara kehendak, ya tentunya Bapak Presiden akan mempertimbangkan untuk bergabung karena yang penting kan tujuannya," ujar Prasetyo kepada para wartawan, Kamis (22/1) lalu.
"Tujuannya adalah mempercepat proses perdamaian di Gaza," tegasnya.
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional