Senin lalu (22/12), suasana di Posko Pengungsian Desa Kota Lintang, Aceh Tamiang, sedikit terobati. Bantuan kemanusiaan dari Bakti BCA akhirnya tiba dan diserahkan langsung kepada warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang.
Bantuan yang datang beragam sekali. Mulai dari kebutuhan pokok seperti beras, air mineral, dan biskuit, hingga barang-barang yang sering terlupakan saat mengungsi: popok bayi, pembalut wanita, obat-obatan, sampai selimut dan alas tidur. Bahkan ada tenda barak dan tempat tidur lipat untuk menunjang kebutuhan tempat tinggal sementara.
Menurut Hera F. Haryn, Executive Vice President Corporate Communication and Social Responsibility BCA, kehadiran ini adalah bentuk kepedulian perusahaan. Ia menyampaikan duka cita secara langsung di lokasi bencana.
“Kami turut berduka atas musibah yang menimpa saudara-saudara di Sumatra, termasuk di Aceh Tamiang ini. Lewat Bakti BCA, kami berupaya hadir dengan bantuan konkret yang dibutuhkan. Ini komitmen kami untuk mendukung pemulihan kondisi warga, baik secara sosial maupun ekonomi,” ujar Hera.
Harapannya sederhana: bantuan ini bisa sedikit meringankan beban yang harus ditanggung para pengungsi.
Nah, bantuan serupa ternyata tidak hanya berhenti di Aceh. Bakti BCA juga mendistribusikan logistik ke dua wilayah lain yang juga terdampak bencana. Di Desa Batu Hula, Batang Toru, Tapanuli Selatan, dan Nagari Muaro Pingai, Junjung Sirih, Sumatra Barat, warga juga menerima bantuan serupa.
Kalau dijumlahkan, total bantuan yang disalurkan cukup banyak. Untuk ketiga lokasi itu, ada 520 kg beras, ribuan botol air mineral, ratusan kaleng sarden, dan susu UHT. Lalu, ada pula ratusan paket pakaian, mulai untuk anak-anak hingga dewasa, ditambah hampir seribu pakaian dalam wanita. Untuk kebutuhan sanitasi, tersedia lebih dari 800 lusin popok bayi dan sekitar 600 lusin pembalut. Tidak ketinggalan, tenda, velbed, selimut, serta persediaan obat-obatan dan vitamin.
Di sisi lain, bantuan tidak hanya berupa barang konsumsi. Bakti BCA juga mendukung pemulihan infrastruktur dasar dengan membangun sumur bor, menyediakan tangki air berkapasitas 5.000 liter, dan membangun fasilitas MCK di ketiga lokasi bencana tersebut. Langkah ini dianggap krusial untuk mencegah munculnya masalah kesehatan baru di tengah situasi pengungsian.
Artikel Terkait
BATC 2026: Indonesia Hadapi Jepang di Semifinal Putra dan Korea di Putri
Wali Kota Makassar Studi Kelola Stadion ke JIS, Proyek Stadion Untia Masuk Tahap Lelang
Bunga Bangkai Raksasa Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor Setelah 12 Tahun
Keluarga Korban Tolak Damai, Tuntut Keadilan untuk Kucing yang Ditendang hingga Tewas di Blora