Laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) membawa angin segar untuk pariwisata Indonesia. Sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 15,39 juta. Angka ini tak sekadar memenuhi, tapi bahkan melampaui target pemerintah yang berada di kisaran 14 hingga 15 juta.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana pun tak menyembunyikan rasa optimisnya. Dalam pernyataan resminya pada Sabtu (7/2/2026), ia menyebut capaian ini sebagai hasil kolaborasi solid seluruh pemangku kepentingan.
Pertumbuhannya sendiri cukup signifikan, naik 10,80 persen dibandingkan realisasi di tahun 2024. Tapi cerita positifnya tak berhenti di situ.
Dari total kunjungan itu, sekitar 71 persen diantaranya datang dari negara-negara pasar utama. Posisi terbesar masih dipegang Malaysia, sementara gelar pertumbuhan tertinggi untuk negara target kini beralih ke Uni Emirat Arab.
Yang juga menggembirakan, wisatawan yang datang ternyata lebih banyak berbelanja. Rata-rata pengeluaran per kedatangan (ASPA) menyentuh USD1.267, mengungguli target yang ditetapkan sebesar USD1.220. Imbasnya, devisa pariwisata pun terdongkrak. Proyeksi untuk 2025 mencapai USD18,91 miliar atau sekitar Rp317,40 triliun naik 13,17 persen dari tahun sebelumnya.
Artikel Terkait
Ledakan Guncang Kilang Valero di Port Arthur, Tidak Ada Korban Jiwa
Kemenhub Imbau Pemudik Tunda Perjalanan Balik Hindari Puncak 24 Maret
Gelombang Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Padati Stasiun di Jakarta
Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Padat, Volume Kendaraan di Tol Cipali Melonjak 167%