JAKARTA – Kasus infeksi Super Flu Subclade K di Indonesia bukan lagi isapan jempol. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan mencatat, hingga akhir Desember tahun lalu, sudah ada 62 orang yang terjangkit virus ini di tanah air.
Varian flu yang pertama kali muncul di Amerika Serikat pada Agustus 2025 itu, kini telah menyebar ke lebih dari 80 negara. Indonesia termasuk salah satunya.
Yang menarik, dari total kasus di dalam negeri, sekitar 40 di antaranya atau 64,5 persen diderita oleh perempuan. Lantas, apa penyebabnya? Apakah virus ini lebih 'suka' menyerang kaum wanita?
Menurut dr. Dicky Budiman, Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia, jawabannya tidak sesederhana itu.
"Karena perempuan cenderung lebih sering dan mudah berobat, sehingga lebih mudah terdeteksi," jelas Dicky saat dihubungi via telepon, Jumat (2/1/2026).
Dia menegaskan bahwa Subclade K sebenarnya tidak pilih-pilih gender.
"Subclade K merupakan jenis infeksi yang tidak memiliki gender sensitif. Artinya, ini hanya karena perempuan lebih sering dan mudah berobat. Dengan begitu data tercatat di fasilitas kesehatan," tegasnya.
Artikel Terkait
Membaca Sandi Cinta: Tanda-Tanda Halus Wanita yang Tersembunyi
Mimpi Kuda: Pesan Bawah Sadar tentang Kebebasan dan Perjalanan Hidup
Rambut 2025: Bukan Sekadar Gaya, Tapi Pernyataan Diri
Tahun Baru, Resolusi Baru: Jangan Lupa Merawat Fondasi Diri Ini