MURIANETWORK.COM - Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, pengurus dan petugas Masjid Besar Taqwa Lampoih Saka di Kabupaten Pidie, Aceh, tengah disibukkan dengan persiapan menyambut bulan suci. Berbagai aktivitas, mulai dari pembersihan menyeluruh hingga penyusunan agenda ibadah dan sosial, digelar untuk menciptakan lingkungan yang suci dan nyaman bagi jemaah. Persiapan ini mencerminkan semangat komunitas setempat dalam menyambut momentum peningkatan amal ibadah.
Suasana pagi di jalur nasional Banda Aceh-Medan pada Sabtu (14/2) itu ramai oleh lalu lalang kendaraan. Di tengah keramaian itu, tepat di sebelah timur masjid, tiga petugas kebersihan Tarmizi, Zulkifli, dan Ajmi telah memulai tugas mereka lebih awal dari biasanya. Pekerjaan mereka kali ini lebih detail dan menyeluruh, menyasar setiap sudut bangunan dua lantai itu, dari lantai dalam, kipas angin, hingga tempat wudhu dan halaman parkir.
Kesibukan ini bukan tanpa alasan. Menghadapi Ramadan, standar kebersihan ditingkatkan secara signifikan. "Ramadan bulan meningkatkan amal ibadah dan media menyucikan diri dari berbagai dosa," ujar Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM), Bukhari Thahir. Ia menegaskan, membersihkan tempat ibadah adalah langkah awal menyucikan diri. "Bagaimana mengharap kesucian dari dosa kalau tempat sujud itu tidak suci. Allah mencintai keindahan, kebersihan dan kesucian," tuturnya.
Agenda Terstruktur untuk Ibadah dan Kebersamaan
Persiapan tidak berhenti pada kebersihan fisik semata. Pengurus masjid telah menyusun agenda ketertiban ibadah yang matang. Jadwal imam Salat Tarawih dari malam pertama hingga terakhir, termasuk penceramah dari ustaz lokal maupun tim safari Ramadan kabupaten, telah dipetakan. Bahkan, jadwal imam Salat Idulfitri dan lokasi kenduri tamu sudah ditentukan.
Perhatian juga diberikan pada hal-hal praktis untuk mendukung kelancaran ibadah. Pengaturan penyediaan takjil berbuka puasa untuk imam, muazin, dan bilal dilakukan agar stabil setiap hari, menghindari kekurangan atau pemborosan. Untuk memperkuat ikatan sosial, di pertengahan Ramadan akan digelar buka puasa bersama warga empat desa dalam wilayah kemasjidan, dilengkapi dengan penyembelihan kambing dan hidangan khas Aceh.
Artikel Terkait
Kemenparekraf Sediakan Kanal Pengaduan, Respons Maksimal Tujuh Hari Kerja
KPK Periksa Sejumlah Biro Haji Pekan Depan Terkait Kasus Korupsi Kuota
Marinir Sampaikan Prihatin atas Insiden Peluru Nyasar Lukai Dua Anak di Gresik
Pemerintah Dorong Pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif di 80-an Daerah