Isu yang beredar soal pabrik Aqua menyebabkan kekeringan di Desa Batu Kembar, Kabupaten Bogor, ditampik mentah-mentah oleh warga setempat. Justru sebaliknya, mereka mengaku sangat terbantu dengan kehadiran perusahaan tersebut. Bukan cuma urusan air bersih yang terpenuhi, tapi juga perbaikan infrastruktur desa, fasilitas sekolah, hingga masjid.
Anda Suhanda, Ketua RT 04 RW 07, dengan tegas membantah kabar itu. Ia menyebut kondisi sekarang jauh lebih baik dibanding sebelum pabrik berdiri.
"Dulu sebelum ada Aqua, air memang agak sepi dan susah. Setelah ada pabrik Aqua, alhamdulillah warga kami di RW 7 tercukupi karena sudah dibikin akses air bersih di empat RT,"
Ia menggeleng-geleng mendengar kabar kekeringan itu. Menurutnya, informasi tersebut jelas hoax. Faktanya, warga justru menikmati akses air yang jauh lebih layak.
Sebelum Aqua hadir, ceritanya, warga sempat kesulitan air bersih. Tapi keadaan berbalik setelah perusahaan itu membangun sumur bor dan jaringan akses air bersih.
"Jadi kalau ada yang bilang pabrik Aqua menyebabkan kekeringan itu nggak betul. Saya sudah merasakan sendiri, lahir dan besar di sini. Mereka benar-benar membantu warga kami di RT 2, 4, 5 dan seterusnya,"
Tak hanya untuk rumah tangga, bantuan serupa juga dirasakan oleh SDN Batu Kembar. Dulu, sekolah ini kesulitan air meski sudah menggali sumur hingga 15 meter. Hasilnya? Tetap kering.
Anak-anak terpaksa mengambil air dari sungai terdekat untuk keperluan MCK. Namun, situasi itu berubah total setelah pihak sekolah mengajukan bantuan ke pabrik Aqua.
"Alhamdulillah dikasih sumur bor, dikasih tempat cuci. Anak-anak yang mau MCK juga tercukupi kebutuhannya dari sumber air yang dibuat Aqua. Sampai sekarang Aqua melindungi SDN Batu Kembar,"
Di sisi lain, kontribusi Aqua tak berhenti di situ. Perusahaan ini juga aktif memperbaiki jalan rusak, gorong-gorong, dan melebarkan akses jalan desa. Kini, jalannya lebih mudah dilalui kendaraan.
"Paling banyak ngasih ke kami ya Aqua. Jalan dilebarin lebih dari satu meter, akses motor jadi bisa. Jadi kami sangat berterima kasih,"
Pendapat senada disampaikan Engkos Kosasih, Ketua RT 02. Ia menegaskan, warga sama sekali tidak mengalami kekeringan. Malah, keberadaan pabrik justru memberi banyak manfaat.
Aqua telah membangun sistem air bersih (SAB) dan menyediakan pompa air untuk warga. Meski begitu, pompa itu tidak dinyalakan 24 jam. Ada alasannya.
"Kalau malam kami matikan supaya mesin itu awet. Soalnya kalau siang malam kita pakai, kan mesin cepat rusak. Kalau ada yang bilang dengan ada pabrik Aqua kami kekeringan itu nggak benar, semua justru terbantu,"
Kepala Desa Ciherang, Haji Aldi Wiharsa, turut angkat bicara. Ia meluruskan kabar hoax tersebut dan menegaskan bahwa pabrik Aqua justru membantu pemenuhan hak warga atas air bersih melalui program CSR.
"Saya akan sedikit klarifikasi bahwasanya Syukur alhamdulillah adanya pabrik PT Tirta Investama Danone Aqua yang ada di desa kami adalah salah satu membantu dengan adanya sarana air bersih yang mungkin diberikan oleh program CSR dari perusahaan tersebut di setiap wilayah,"
Aldi dan warga berharap Aqua terus berkembang agar program CSR-nya bisa lebih luas lagi. Mereka juga berharap kabar keliru yang beredar segera diluruskan. Sebab, fakta di lapangan bicara lain: perusahaan ini justru punya peran penting dalam menyediakan air bersih dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Artikel Terkait
Prabowo Sambut Positif Pembentukan Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia-Prancis
Prabowo Kunjungi Prancis untuk Ketiga Kalinya dalam Setahun, Tegaskan Hubungan Bilateral di Level Terbaik
HIPMI Jaya Salurkan 14 Sapi dan 10 Kambing untuk Kurban di Jakarta
Gempa Vulkanik Dangkal Gunung Awu Melonjak Jadi 41 Kali Sehari, Status Siaga Dipertahankan