Prabowo Kunjungi Prancis untuk Ketiga Kalinya dalam Setahun, Tegaskan Hubungan Bilateral di Level Terbaik

- Jumat, 29 Mei 2026 | 00:00 WIB
Prabowo Kunjungi Prancis untuk Ketiga Kalinya dalam Setahun, Tegaskan Hubungan Bilateral di Level Terbaik

Presiden Prabowo Subianto kembali mengunjungi Prancis dan bertemu dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Kepresidenan Élysée, Paris, Kamis (28/5/2026). Pertemuan tersebut menjadi kunjungan ketiga kepala negara Indonesia ke Prancis dalam kurun waktu satu tahun ini.

"Terima kasih atas penerimaan yang begitu besar, baik, dan penuh penghormatan kepada saya serta delegasi saya. Tahun ini saja saya sudah tiga kali ke Prancis," ujar Prabowo dalam pernyataan resminya.

Dua kunjungan sebelumnya dilakukan pada 23 Januari 2026, usai menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, serta pada 14 April 2026, saat Prabowo bertemu Macron sepulang dari pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskwa. Kedatangan yang ketiga ini menegaskan intensitas hubungan bilateral yang terus meningkat antara kedua negara.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyebut undangan Indonesia untuk berpartisipasi dalam defile Hari Nasional Republik Prancis atau Bastille Day pada 14 Juli 2025 sebagai sebuah kehormatan besar. "Mungkin kita adalah negara Asia pertama yang ikut defile di benua Eropa," katanya.

Menurut Prabowo, hubungan Indonesia dan Prancis saat ini berada pada tingkat terbaik sepanjang sejarah. Ia menyampaikan apresiasi langsung kepada Macron atas dukungan yang konsisten terhadap kerja sama bilateral. "Saya sempat menyampaikan kepada Yang Mulia bahwa hubungan Indonesia dan Prancis berada pada tingkat terbaik selama ini. Kami berterima kasih dan menghormati kepemimpinan Yang Mulia Presiden Macron," tuturnya.

Di sisi lain, Prabowo juga memuji kepemimpinan Macron di panggung internasional. Menurutnya, ada sejumlah kesamaan sikap antara Indonesia dan Prancis dalam merespons isu-isu global. "Presiden Macron selalu berani mengambil sikap yang positif, sikap yang tegas, sesuai prinsip-prinsip yang dipegang oleh Republik Prancis. Dalam beberapa hal, Indonesia dan Prancis memiliki sikap yang sama," ujarnya.

Kerja sama bilateral antara kedua negara mencakup sejumlah bidang strategis. Prabowo menyebut hubungan di bidang pertahanan, sains dan teknologi, serta pendidikan berjalan dengan sangat baik. "Saat ini hubungan bilateral kita sangat baik, tak lain karena dukungan langsung dari Presiden Macron," katanya.

Tak hanya itu, Prabowo mengaku telah menginstruksikan agar sekolah-sekolah di Indonesia mulai mengajarkan bahasa Prancis. "Sekarang saya sudah menginstruksikan bahwa semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan," pungkasnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar