Seniman Ketoprak Senior Sumisih Yuningsih Meninggal Dunia di Yogyakarta

- Senin, 16 Februari 2026 | 15:25 WIB
Seniman Ketoprak Senior Sumisih Yuningsih Meninggal Dunia di Yogyakarta

MURIANETWORK.COM - Dunia seni tradisional Indonesia kembali berduka. Seniman ketoprak dan komedian senior Sumisih Yuningsih, yang akrab disapa Yu Beruk, meninggal dunia pada Sabtu, 14 Februari 2026, di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Perempuan berusia 76 tahun itu wafat setelah berjuang melawan penyakit komplikasi yang dideritanya.

Perjalanan Terakhir di Yogyakarta

Kabar duka ini pertama kali tersiar melalui unggahan sejumlah rekan sesama artis di media sosial. Jenazah almarhumah kemudian dimakamkan di Pemakaman Dongkelan, Yogyakarta, pada hari yang sama. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam, terutama bagi mereka yang pernah merasakan langsung keramahan dan kelucuannya di atas panggung maupun di luar.

Kenangan dari Rekan Sepanggung

Aktris Marsha Timothy termasuk yang turut menyampaikan ucapan belasungkawa. Dalam unggahannya, Marsha mengungkapkan kekaguman dan kenangan mendalam terhadap sosok Yu Beruk yang dianggapnya luar biasa.

"Innalillahi wa innailaihi rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah dengan tenang, Ibu Sumisih Yuningsih, pada Sabtu, 14 Februari 2026," tulis Marsha.

Ia melanjutkan, "Yu Ningsih adalah pemain ketoprak dan komedian senior. Semoga terang jalanmu, yu."

Dedikasi dan Pengabdian pada Seni Tradisi

Sumisih Yuningsih bukanlah nama asing di jagat kesenian Yogyakarta. Dedikasinya yang panjang dalam melestarikan seni ketoprak dan lawak tradisional telah memberinya tempat tersendiri di hati masyarakat. Kontribusinya diakui secara formal ketika ia menerima Anugerah Budaya dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2019.

Namanya semakin dikenal luas oleh publik setelah kerap tampil dalam program "Angkringan" yang tayang di TVRI Yogyakarta. Melalui program itu, kepiawaiannya menghibur dengan humor yang khas dan hangat berhasil menjangkau penonton yang lebih luas. Sosoknya yang bersahaja, mudah tersenyum, dan selalu membawa tawa itu akan terus dikenang sebagai bagian dari kekayaan seni pertunjukan tradisional Indonesia.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar