Gala CCTV Soroti Ambisi China Kuasai Pasar Robot Humanoid Global

- Senin, 16 Februari 2026 | 17:20 WIB
Gala CCTV Soroti Ambisi China Kuasai Pasar Robot Humanoid Global

Hari ini, Senin 16 Februari 2026, panggung spektakuler akan kembali hadir. Gala Festival Musim Semi CCTV, acara TV yang paling banyak ditonton di China, tak sekadar perayaan tahun baru. Ia jadi ajang pamer kekuatan teknologi negeri itu. Dan tahun ini, sorotannya jelas: ambisi Beijing untuk mendominasi masa depan industri robot humanoid.

Bayangkan, puluhan juta pasang mata akan menyaksikan empat startup robotik Unitree Robotics, Galbot, Noetix, dan MagicLab memamerkan karya mereka. Acara ini bukan main-main. Bagi China, siaran ini setara dengan Super Bowl-nya Amerika. Sebuah panggung prestise.

Euforia robot humanoid China memang sedang memuncak. Beberapa pemain kunci seperti AgiBot dan Unitree bersiap untuk IPO tahun ini. Ditambah lagi, sejumlah model AI mutakhir baru saja dirilis startup lokal selama libur Imlek yang panjang. Momentumnya tepat.

Gala tahun lalu masih membekas. Enam belas robot humanoid Unitree berukuran penuh menari serempak dengan para penampil manusia, memutar sapu tangan dengan gerakan yang nyaris sempurna. Pertunjukan itu bukan tanpa imbalan. Beberapa minggu kemudian, pendiri Unitree bertemu Presiden Xi Jinping dalam sebuah simposium teknologi bergengsi pertemuan pertama semacam itu sejak 2018.

Menurut sejumlah saksi, dalam setahun terakhir, Xi telah bertemu dengan lima pendiri startup robotika. Angka ini sebanding dengan empat pengusaha kendaraan listrik dan empat pengusaha semikonduktor yang dia temui dalam periode sama. Sebuah sinyal yang terang benderang tentang betapa seriusnya pemerintah memandang sektor yang masih baru ini.

Georg Stieler, Direktur Pelaksana Asia di perusahaan konsultan Stieler, punya pandangan menarik. Dia bilang, acara CCTV yang tahun lalu menarik 79 persen pemirsa TV langsung itu, sudah lama jadi alat untuk menyoroti ambisi teknologi Beijing dari program luar angkasa, drone, hingga robotika.

Kekuatan China dalam Satu Bentuk

Di balik tontonan robot lari maraton atau melakukan tendangan kung-fu, ada strategi besar. China menempatkan robotika dan AI sebagai inti dari strategi manufaktur generasi berikutnya. Taruhannya jelas: peningkatan produktivitas dari otomatisasi harus bisa mengimbangi tekanan dari angkatan kerja yang semakin menua.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar