MURIANETWORK.COM - Jay Idzes menunjukkan performa solid sebagai bek tengah Sassuolo dalam kekalahan 2-1 atas Udinese di Liga Italia. Bertanding di Stadion Bluenergy, Udine, Minggu (15/2/2026) malam WIB, pemain Timnas Indonesia itu berhasil membatasi pergerakan dua striker utama tuan rumah sepanjang laga, meski Sassuolo harus mengakui keunggulan lawan lewat gol balik di babak kedua.
Pertandingan yang semula menguntungkan Udinese berkat gol Oumar Solet pada menit ke-10, berubah arah secara dramatis setelah jeda. Sassuolo membalikkan keadaan lewat dua gol cepat Armand Lauriente (56') dan Andrea Pinamonti (58'), yang akhirnya menentukan kemenangan bagi tim tamu.
Statistik yang Bicara
Di balik hasil akhir yang pahit bagi Udinese, Jay Idzes justru tampil sebagai pilar andalan lini belakang Sassuolo. Bek berusia 25 tahun itu menorehkan catatan pertahanan yang impresif: dua intersepsi, lima kali sapuan bola, dan memenangkan satu dari dua duel udara. Dari sisi distribusi, akurasinya nyaris sempurna dengan 95 persen umpan berhasil (42 dari 44).
Konsistensi dan ketenangannya di area pertahanan menarik perhatian media setempat. Sassuolo News, misalnya, memberikan nilai 6,5 untuk penampilannya. Media tersebut menilai Idzes berhasil membuat duo striker Udinese, Vakoun Bayo dan Adam Buska, kesulitan mendapatkan ruang dan peluang berarti.
"Dia merasa nyaman dalam pertandingan yang tampaknya rumit, dengan mudah melawan Bayo dan Buska," tulis Sassuolo News, seperti dikutip Selasa (17/2/2026).
Tanggung Jawab yang Bertambah
Peran Idzes bahkan semakin krusial di babak kedua. Saat rekan setimnya, Tarik Muharemovic, digantikan pada menit ke-46, pemain kelahiran Mierlo itu tampak mengambil alih tanggung jawab lebih besar untuk mengorganisir pertahanan. Ia tak hanya bertahan di posisi naturalnya, tetapi juga beradaptasi dengan baik saat harus mengisi celah di sisi kiri.
Media yang sama menggarisbawahi kontribusi vitalnya tersebut. "Sebagai andalan pertahanan, dia tidak main-main, bahkan di posisi bek tengah kiri setelah kepergian Tarik," ungkap laporan Sassuolo News.
Performanya di Udine ini menjadi indikasi perkembangan positif bagi Idzes. Kemampuannya membaca permainan, disiplin posisi, dan ketahanan fisik dalam menghadapi striker Serie A menunjukkan kematangan yang terus bertambah, aset berharga baik bagi Sassuolo maupun Timnas Indonesia.
Artikel Terkait
Pendapatan Anthropic di India Melonjak Dua Kali Lipat dalam Empat Bulan
Ekspor Kopi Indonesia Tembus USD 1,63 Miliar, Pemerintah Fokuskan Hilirisasi
Lebih dari 40.000 Peserta BPJS PBI JKN Kembali Aktif, 2.000 Beralih ke Mandiri
Jenazah dalam Koper Ditemukan Tertimbun Pasir di Rumah Kosong Brebes