Geliat Ekonomi Malang Terpacu dari Lapangan Rampal

- Senin, 08 Desember 2025 | 06:36 WIB
Geliat Ekonomi Malang Terpacu dari Lapangan Rampal

Lapangan Rampal di Malang ramai bukan main akhir pekan ini. Acara Daihatsu Kumpul Sahabat yang digelar di sana bukan cuma sekadar kumpul-kumpul. Lebih dari itu, gelaran nasional ini diharapkan jadi pemantik bagi pergerakan ekonomi lokal. Efeknya, kata para pengamat, bisa menjalar ke mana-mana.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan, Eko Sri Yuliadi, melihat acara semacam ini punya efek domino yang nyata. Bayangkan saja, ribuan orang dari luar Malang membanjiri kota. Mereka butuh tempat menginap, butuh makan, dan pasti ingin jalan-jalan melihat keindahan Malang.

"Mereka (tamu dari luar Malang) tentu membutuhkan tempat penginapan, ini sektor hotel juga pasti terdampak. Belum lagi kalau mereka jalan-jalan berwisata ya tentu memberikan efek positif juga,"

Ujar Eko di Malang, Minggu (7/12/2025).

Makanya, ia punya harapan besar. Setiap tamu yang datang dari Jakarta atau kota besar lain, diharapkan bisa menggelontorkan uangnya untuk membeli produk UMKM Malang. Logikanya sederhana: uang yang dibelanjakan itu langsung menyentuh kehidupan warga biasa. Taraf hidup pun perlahan terdongkrak.

"Makanya misalnya satu UMKM sehari dapat Rp 100 ribu, Rp 50 ribu untuk belanja modal, sisanya untuk belanja lain-lain, itu akhirnya berefek domino sektor lain,"

Katanya lagi.

Jadi, coba bayangkan skenarionya. Setiap anggota komunitas yang datang, mengeluarkan uang untuk jajanan khas, oleh-oleh, atau kaos-kaos kreatif. Uang itu berputar. Dari pedagang kuliner ke pemasok bahan baku, dari perajin cenderamata ke keluarganya. Peredaran uang di level akar rumput jadi lebih hidup.

"Kalau mereka (pelaku UMKM) dapat pemasukan, bisa meningkatkan pendapatan, secara hitung-hitungan pertumbuhan ekonomi dari tingkat belanja keluarga naik,"

Eko menjelaskan.

Dampaknya bahkan bisa lebih luas lagi. Menurut Eko, ketika ekonomi keluarga di level mikro membaik, angka-angka seperti stunting dan kemiskinan punya peluang untuk ditekan. Itu sebabnya, acara yang menggeliatkan ekonomi seperti ini sangat dinantikan.

"Makanya bisa meningkatkan pendapatan, hitungan-hitungannya pertumbuhan ekonomi itu dari tingkat kesejahteraan keluarga, salah satunya dari pendapatan dan pengeluarannya. Jika perekonomian di tingkat mikro keluarga meningkat, maka mempengaruhi angka stunting dan angka kemiskinan, dapat ditekan,"

Harapannya, geliat ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Malang mencapai target 5,41 persen di tahun 2025.

Di sisi lain, Daihatsu sendiri punya alasan kuat memilih Malang. Budi Mahendra, Domestic Marketing & Corporate Communication Division Head PT Astra Daihatsu Motor, mengungkap sinergi dengan UMKM memang jadi fokus utama acara ini.

Apalagi, reputasi Malang sebagai kota kreatif sudah diakui dunia. UNESCO menobatkannya sebagai bagian dari Indonesia Creative Cities Network (ICCN), di mana industri kreatif dan UMKM adalah jantungnya.

"Tadi dikatakan hampir 100 ribu UMKM, kami ingin merangkul UMKM, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi secara umum. Kota Malang tidak diragukan lagi mengenai kreativitasnya dan dianugerahi Indonesia Creative Cities Network (ICCN),"

tukas Budi.

Jadi, di balik keramaian dan kemeriahan acara, ada sebuah harapan besar. Harapan agar roda ekonomi terus berputar, dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang menjalankan usahanya dari hari ke hari.

Laporan: Avirista Midaada

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler