Kim Jong Un Resmikan Perumahan untuk Keluarga Tentara Korban Perang Ukraina

- Senin, 16 Februari 2026 | 21:50 WIB
Kim Jong Un Resmikan Perumahan untuk Keluarga Tentara Korban Perang Ukraina

Di jantung Pyongyang, sebuah kawasan perumahan baru berdiri megah. Kali ini, penghuninya adalah keluarga khusus: mereka yang ditinggalkan oleh tentara Korea Utara yang gugur dalam penugasan di luar negeri. Pemimpin Kim Jong Un sendiri yang meresmikannya, di tengah sorotan atas peran aktif militer negaranya mendukung Rusia di Ukraina.

Media resmi Rodong Sinmun melaporkan, Kim memuji Saeppyol Street sebagai "sumber kehormatan bagi generasi kita dan kebanggaan Pyongyang serta negara kita."

"Ia mendoakan keabadian para martir bersamaan dengan peresmian yang akan mengukir nama dan citra mereka dalam sejarah,"

Begitu bunyi laporan itu. Meski tak secara gamblang menyebut Rusia, konteksnya sulit diabaikan. Baru pekan lalu, Kim dengan tegas menyatakan dukungan penuhnya untuk setiap kebijakan Presiden Vladimir Putin. Dan fakta berbicara: berdasarkan pakta pertahanan dengan Moskow, Pyongyang dikabarkan telah mengirim ribuan personelnya ke medan perang Ukraina tahun ini.

KCNA, kantor berita pemerintah, menambahkan bahwa Kim mendesak percepatan penyelesaian proyek perumahan ini. Tujuannya jelas: memberikan penghiburan, meski hanya secuil, bagi keluarga yang berduka.

Foto-foto yang beredar menunjukkan suasana yang cukup emosional. Kim Jong Un, ditemani putri kesayangannya Ju Ae, tampak berbincang dan menghibur para keluarga. Mereka juga meninjau langsung unit-unit rumah yang sudah jadi, lengkap dengan fasadnya yang berwarna-warni.

Di sisi lain, laporan intelijen dari Seoul memberikan gambaran yang lebih suram. Badan Intelijen Nasional Korea Selatan memperkirakan, korban dari pihak Korea Utara tidaklah kecil sekitar 6.000 tentara tewas atau terluka dalam konflik di Ukraina.

Kerjasama militer Pyongyang-Moskow tentu tak berhenti di situ. Selain pasukan, Korea Utara juga diduga kuat menjadi pemasok utama amunisi artileri, rudan, hingga sistem roket untuk Rusia. Sebagai balasannya? Bantuan keuangan, transfer teknologi militer, plus pasokan pangan dan energi mengalir dari Moskow. Sebuah transaksi strategis di tengah peperangan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar