Gajah Sumatera Tewas Diburu, Gadingnya Hilang di Pelalawan

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:15 WIB
Gajah Sumatera Tewas Diburu, Gadingnya Hilang di Pelalawan

MURIANETWORK.COM - Seekor gajah Sumatera ditemukan tewas dalam kondisi yang memprihatinkan di areal konsesi di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. Satwa liar berusia sekitar 40 tahun itu diduga kuat menjadi korban perburuan liar untuk diambil gadingnya. Jasad gajah ditemukan warga pada Senin (2/2/2026) malam, dan kini penyelidikan intensif dilakukan oleh kepolisian bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau untuk mengungkap pelaku di balik kematian satwa langka yang dilindungi ini.

Kapolda Riau Marah, Sumpah Usut Tuntas

Kabar kematian gajah Sumatera ini memantik reaksi keras dari Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan. Saat mengisi kuliah umum di Universitas Lancang Kuning, Jumat (6/2/2026), jenderal yang akrab disapa Herimen itu menyatakan kemarahannya sekaligus komitmennya untuk menuntaskan kasus ini.

"Saya kan sudah mengangkat(gajah) Domang dan Tari sebagai anak, jadi saya ini bapaknya gajah," ujarnya di hadapan para mahasiswa.

Kapolda kemudian menegaskan bahwa kematian gajah tersebut bukanlah peristiwa alamiah, melainkan sebuah pembunuhan yang disengaja. Ia berjanji pihaknya akan melakukan penyelidikan mendalam.

"Di kepalanya ditemukan proyektil, jadi ini gajah dibunuh secara sengaja," tegas Herry Heryawan.

Kondisi Jasad yang Mengiris Hati

Hasil pemeriksaan tim gabungan di lokasi kejadian mengungkap fakta-fakta yang semakin memperkuat dugaan perburuan liar. Kondisi jasad gajah saat ditemukan digambarkan sangat mengenaskan.

Pengendali Ekosistem Hutan Ahli BKSDA Riau, drh Rini Deswita, menjelaskan bahwa ada serpihan proyektil yang bersarang di tengkorak hewan malang tersebut. "Posisi serpihan proyektil di bagian belakang tengkorak kepala. Bersarang di tengkorak," jelasnya saat dihubungi.

Kerusakan yang terlihat pun sangat parah. Bagian wajah gajah nyaris tak bisa dikenali. "Sebagian kepala dari dahi, mata, dan belalainya hilang," lanjut Rini Deswita dengan nada prihatin.

Berdasarkan tingkat pembusukan, gajah jantan itu diperkirakan telah mati sekitar sepuluh hari sebelum ditemukan. Fakta paling mencolok yang mengarah pada motif perburuan adalah hilangnya bagian tubuh yang paling berharga di pasar gelap. "Gadingnya juga hilang," tambahnya, menutup penjelasan tentang bukti-bukti di lapangan.

Penyelidikan Berlanjut

Dengan bukti-bukti awal yang kuat, kasus ini kini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum dan pegiat konservasi. Kombinasi antara temuan proyektil di kepala dan hilangnya kedua gading meninggalkan sedikit keraguan bahwa ini adalah aksi kriminal terencana. Upaya penyelidikan kini difokuskan untuk melacak jejak pelaku dan jaringan di balik perburuan liar yang terus mengancam kelestarian gajah Sumatera, spesies yang statusnya sudah kritis. Tekad Kapolda untuk mengusut tuntas memberikan harapan bahwa keadilan bagi satwa yang dilindungi ini dapat ditegakkan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar