Mereka harus mencapai kesepakatan dengan Damaskus. Titik.
Hanya dengan begitu mereka bisa ikut serta merancang konstitusi. Kalau tidak, ya mereka akan tetap terpinggirkan. Seperti tahun lalu, ketika mereka menolak bergabung dan akhirnya dikecualikan dari proses. Sejarah di sini sudah memberikan pelajaran yang cukup pahit. Sikap keras kepala dan tidak mau kompromi ibarat bunuh diri politik. Assad dulu menolak mengalah, dan akhirnya jatuh. SDF juga bersikeras, lalu kalah dalam perang. Semoga pihak-pihak yang masih bertahan sudah belajar dari kesalahan itu.
Kini, bola sepenuhnya ada di tangan Al-Sharaa. Dia tak punya alasan lagi untuk menunda. Setiap wilayah vital negara sudah berada dalam genggamannya. Menyusun konstitusi dan menghidupkan kembali parlemen Suriah harus jadi prioritas utama tahun ini. Tidak ada lagi waktu untuk ditunda.
(Mazen Hassoun)
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional