Irfan Hakim, Pekerjaan yang Menghantui Tidurnya
Bagi yang mengenal dekat sosok Irfan Hakim, perfeksionisme sudah seperti napas dalam kariernya. Ia tipe orang yang hampir tak pernah benar-benar berhenti bekerja.
Dampaknya? Bahkan saat terlepun, pikirannya masih berkutat dengan urusan pekerjaan. Ia bercerita, suatu kali dirinya terbangun justru karena mimpi sedang membawakan acara.
"Gua pernah bangun gara-gara gua gini, 'Tiga, dua, satu,' gitu. Mimpi nge-MC, mimpi kerja. Udah kebangun. 'Gua dalam istirahat aja gua kerja',"
Ungkapan itu disampaikannya saat berbincang di Studio Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Rabu (26/11).
Soal perfeksionisme ini, ia mengaku bisa sampai memantau timnya hingga dini hari. Apalagi dengan kanal YouTube yang dimilikinya, setiap detail produksi harus diawasi dengan cermat.
"Perfeksionis, mungkin iya. Kalau OCD nggak, tapi perfeksionis. Dan segala macamnya. Jadi gue itu bisa nongkrongin editor gue itu bisa sampai jam 3 Subuh,"
Di sisi lain, waktu bekerja adalah hal yang sangat dihargainya. Mungkin ini yang membuatnya ogah berlibur. Baginya, liburan terasa seperti sesuatu yang tak berguna.
Pikiran untuk terus berkarya tak pernah berhenti. Begitu ada ide menarik muncul, langsung saja ia hubungi timnya untuk segera direalisasikan.
"Gua kalau liburan tuh nggak suka. Jadi, kayak nggak berguna gitu buat gua ya,"
Namun begitu, ia sama sekali tak merasa terbebani dengan ritme kerjanya yang padat. Justru sebaliknya, ia menemukan kebahagiaan dalam kesibukan tersebut.
"Karena gua happy, ya udah dijalaninnya juga senang-senang aja gitu,"
Baginya, bekerja bukan sekadar kewajiban, melainkan panggilan jiwa yang membawa kepuasan tersendiri.
Artikel Terkait
Pengacara Nilai Permintaan Maaf Sarwendah Tak Tulus karena Tak Langsung Ditujukan ke Ruben Onsu
Aurel Hermansyah Ungkap Hari Terburuk Jadi Ibu Usai Putrinya Azura Jatuh dari Tangga dan Dirawat di RS
Surya Saputra Laporkan Akun Palsu di X yang Catut Namanya untuk Sebar Ujaran Kebencian, Ternyata Penggemar Arya Saloka
Aktor China Jin Ze Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun, Agensi Minta Publik Hormati Privasi Keluarga