Dua Belas Tewas dalam Penyerbuan Bersenjata di Permukiman Timur Johannesburg

- Rabu, 10 Juni 2026 | 15:35 WIB
Dua Belas Tewas dalam Penyerbuan Bersenjata di Permukiman Timur Johannesburg

Sekelompok pria bersenjata menyerbu sebuah permukiman di kawasan timur Johannesburg, Afrika Selatan, pada Selasa malam (9/6) waktu setempat, dan menembak mati dua belas orang. Peristiwa ini menjadi babak baru dalam rangkaian panjang kekerasan bersenjata yang melanda negara dengan tingkat kejahatan tinggi tersebut, di mana rata-rata lebih dari enam puluh pembunuhan tercatat setiap harinya.

Serangan terjadi tak lama setelah pukul 23.00. Lebih dari sepuluh pelaku tiba dengan kendaraan, lalu memasuki permukiman melalui dua pintu masuk berbeda. Juru bicara kepolisian, Kolonel Dimakatso Nevhuhulwi, menjelaskan bahwa para tersangka bergerak dari satu titik ke titik lain di dalam kawasan tersebut sambil melepaskan tembakan ke arah warga.

“Mereka diduga memasuki permukiman melalui kedua pintu masuk dan bergerak melalui daerah tersebut, melepaskan tembakan ke arah penduduk dan anggota masyarakat di beberapa lokasi, sebelum melarikan diri dari tempat kejadian dengan kendaraan yang sama,” ujar Nevhuhulwi, sebagaimana dikutip dari kantor berita AFP.

Hasil investigasi awal mengungkapkan bahwa dua belas orang tewas akibat serangan tersebut. Nevhuhulwi merinci, delapan pria dewasa dan tiga wanita dewasa dinyatakan meninggal di tempat kejadian, sementara satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit. Peristiwa nahas ini berlangsung di daerah Cleveland, yang berjarak sekitar enam kilometer di sebelah timur pusat kota Johannesburg.

Hingga saat ini, motif di balik penembakan massal tersebut masih belum diketahui. Nevhuhulwi menambahkan bahwa belum ada satu pun tersangka yang berhasil ditangkap. Sementara itu, kondisi keamanan di Afrika Selatan memang menjadi sorotan. Negara ini dibanjiri oleh senjata api, baik legal maupun ilegal, dan insiden penemb kerap terjadi, sering kali dipicu oleh persaingan antargeng serta persaingan bisnis informal yang berujung pada kekerasan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar