Farhat punya penjelasan sendiri soal perubahan haluan Eggi ini. Menurutnya, langkah Eggi bukan murni soal dukungan politik belaka. Ada unsur rasa kasihan dari Jokowi melihat kondisi kesehatan Eggi yang kurang baik. Alhasil, muncul semacam restorasi atau pengampunan terhadap pandangan politik Eggi yang dulu berbeda.
Di sisi lain, pengakuan Eggi ini diharapkan bisa mengakhiri polemik ijazah yang sudah berlarut-larut. Spekulasi yang beredar di masyarakat semoga bisa berhenti.
Julukan "Termul" mungkin terdengar santai dan sedikit unik. Tapi Farhat menekankan, makna di baliknya serius. Ini soal dukungan pada kebenaran fakta yang ada. Konon, Eggi sendiri menerima posisi barunya ini dengan lapang dada, sambil tetap berjuang dengan kondisi kesehatannya.
Dengan kejadian ini, nama Eggi Sudjana kembali mencuat ke permukaan. Ranah politik nasional pun ramai. Sekarang, banyak pihak menunggu reaksi dan respons dari tokoh-tokoh lain. Apa yang dilakukan Eggi bisa jadi pintu masuk bagi pergeseran-pergeseran lain di masa mendatang.
Artikel Terkait
Roy Suryo Laporkan Polda ke Komnas HAM, Klaim Penetapan Tersangka Ijazah Jokowi Langgar HAM
Kotak Hitam Pesawat Bulusaraung Ditemukan, Investigasi Kecelakaan Segera Dimulai
Yusril Soroti Ironi: Indonesia Sasaran Propaganda, RUU Penanggulangan Malah Ditolak
5,4 Juta Pekerja Ilegal: Pintu Terbuka bagi Perdagangan Manusia di Era Digital