Menurut sejumlah laporan media AS, ketergantungan itu bahkan merambah ke ranah keamanan. Menjelang serangan, disebutkan bahwa Maduro sangat mengandalkan penasihat dan pengawal asal Kuba untuk menjaganya. Nah, ketergantungan inilah yang dinilai Trump justru berakibat fatal.
"Kuba selalu sangat bergantung pada Venezuela. Dari sanalah mereka mendapatkan uang, dan mereka melindungi Venezuela, tetapi dalam kasus ini, itu tidak berjalan dengan baik," ujar Trump.
Di sisi lain, peringatan juga datang dari Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang menyiratkan kekhawatiran terhadap pemerintah Kuba.
"Jika saya tinggal di Havana dan berada di pemerintahan, setidaknya saya akan sedikit khawatir," kata Rubio.
Namun begitu, Trump menegaskan bahwa Washington tidak punya rencana untuk melancarkan aksi militer langsung terhadap Kuba. Negeri yang sedang dilanda krisis ekonomi parah itu, menurutnya, akan menemui akhirnya sendiri.
"Tidak, Kuba akan runtuh dengan sendirinya. Kuba sedang berada dalam kondisi yang sangat buruk," tandasnya.
Artikel Terkait
Gen Halal Championship 2025 Cetak 45 Finalis, Bukti Gaya Hidup Halal Kian Digandrungi Pelajar
Parlemen Iran Ancam AS dan Israel Jadi Sasaran Balasan Militer
Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan di Sumatera
Gen Halal Championship 2025: Finalis Non-Muslim Buktikan Halal Jadi Standar Universal