Sebelum membaca, perlu diingat bahwa cerita ini sama sekali bukan untuk ditiru. Kalau kamu atau orang terdekat merasa tertekan dan muncul pikiran-pikiran berbahaya, segera cari bantuan profesional. Bicaralah dengan psikolog, psikiater, atau hubungi layanan kesehatan mental terdekat.
Suasana sore di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, berubah jadi mencekam Rabu (21/1) lalu. Sekitar pukul 17.50 WIB, seorang wanita muda berinisial A (18) dilaporkan tewas dengan tragis. Menurut informasi awal, ia diduga melompat ke rel kereta tepat saat KA Gajayana melintas dengan kencang.
Karina Amanda, Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, membenarkan kejadian itu. Petugas keamanan yang sedang bertugas di Peron 1-lah yang pertama kali melihatnya.
"Petugas Pengamanan Stasiun Gondangdia yang sedang berdinas di Peron 1 Stasiun Gondangdia mendapati salah satu pengguna melakukan tindakan berbahaya dengan melompat ke rel saat kereta api jarak jauh melintas," jelas Karina, seperti dikutip Antara, Kamis (22/1/2026).
Mereka langsung bergerak. Dengan sigap, petugas berlari ke ujung Peron 1 untuk mengevakuasi korban. Gadis itu masih bernafas, tapi kondisinya parah. Luka-lukanya serius.
Pertolongan pertama diberikan di Pos Kesehatan stasiun. Sayangnya, keadaan korban tak memungkinkan untuk ditangani di sana. Dia pun secepatnya dilarikan ke Rumah Sakit PGI Cikini.
"Dilakukan pemeriksaan awal di Pos Kesehatan Stasiun. Pengguna mengalami luka serius dan dilarikan ke Rumah Sakit PGI Cikini untuk dilakukan pertolongan," kata Karina.
Namun, nasib berkata lain. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, nyawa korban tak tertolong. Ia meninggal dunia sebelum sempat mendapat penanganan lebih lanjut.
KAI Commuter lewat Karina menyampaikan duka mendalam atas insiden ini. Mereka juga mengingatkan lagi soal pentingnya keselamatan. "Tidak berdiri melewati garis aman saat menunggu perjalanan kereta di peron," pesannya. Imbauan yang sederhana, tapi nyawa taruhannya.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Buronan KKB Pembunuh Warga Sipil di Puncak Jaya, Pelaku Ditembak saat Coba Kabur
Prudential Syariah Catat Pertumbuhan Aset 20 Persen Jadi Rp8 Triliun Sepanjang 2025
Trump Dievakuasi Usai Penembakan di Makan Malam Wartawan, Langsung Kaitkan dengan Perang Iran
Danlanal Tarempa Tutup Persami KKRI, 96 Pelajar di Anambas Dibekali Kedisiplinan dan Wawasan Maritim