Dalam konferensi pers yang digelar Sabtu lalu, Presiden Donald Trump membuat klaim mengejutkan. Usai membahas operasi militer AS di Venezuela yang berakhir dengan penangkapan Nicolas Maduro, ia menyebut banyak warga Kuba menjadi korban. Menurutnya, mereka tewas karena terlibat langsung dalam upaya melindungi sang presiden Venezuela.
"Anda tahu, banyak warga Kuba kehilangan nyawa mereka tadi malam. Tahukah Anda itu?"
Begitu kata Trump dalam wawancara dengan The New York Post, seperti dilansir AFP, Kamis (4/1).
"Banyak warga Kuba kehilangan nyawa mereka. Mereka melindungi Maduro. Itu bukan langkah yang baik," lanjutnya tegas.
Meski begitu, Trump sama sekali tidak merinci berapa jumlah pastinya. Hingga saat ini, baik pemerintah Venezuela maupun AS sendiri belum mengeluarkan data resmi soal korban jiwa dalam operasi itu. Satu hal yang ditegaskan Trump: tidak ada warga Amerika yang tewas.
Hubungan Kuba dan Venezuela memang sudah lama sangat erat. Kedua negara sekutu komunis ini sama-sama berhadapan dengan sanksi ekonomi dari Washington. Selama puluhan tahun, Havana sangat menggantungkan diri pada Caracas, terutama untuk dukungan finansial dan pasokan minyak.
Artikel Terkait
Gen Halal Championship 2025 Cetak 45 Finalis, Bukti Gaya Hidup Halal Kian Digandrungi Pelajar
Parlemen Iran Ancam AS dan Israel Jadi Sasaran Balasan Militer
Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan di Sumatera
Gen Halal Championship 2025: Finalis Non-Muslim Buktikan Halal Jadi Standar Universal