Minyak Orinoco: Di Balik Retorika Venezuela Soal Gaza

- Minggu, 04 Januari 2026 | 06:40 WIB
Minyak Orinoco: Di Balik Retorika Venezuela Soal Gaza

Nicolás Maduro, Presiden Venezuela, dikenal keras menentang apa yang disebutnya genosida di Gaza. Solidaritasnya terhadap Palestina tak perlu diragukan lagi. Namun begitu, ada narasi lain yang beredar di sejumlah kalangan. Mereka melihat ada motif lain di balik sikap keras Caracas. Minyak, tentu saja, selalu jadi isu panas.

Di sisi lain, tak bisa dipungkiri bahwa perusahaan-perusahaan minyak besar di Amerika punya kaitan erat dengan kepentingan Yahudi. Menurut analisis beberapa pengamat, dengan menyerang Venezuela, ada dua target sekaligus yang bisa dicapai. Pertama, menguasai cadangan minyaknya yang luar biasa besar. Kedua, melumpuhkan negara sosialis kiri yang vokal menentang Israel dan kebijakan AS.

Gudang Minyak Dunia

Faktanya, hingga awal 2026, Venezuela masih bertengger di puncak. Negeri ini punya cadangan minyak terbesar di planet ini.

Laporan BP Statistical Review of World Energy menyebut angkanya: 303 miliar barel minyak mentah. Bayangkan, itu sekitar seperlima dari cadangan global. Arab Saudi pun kalah, hanya berada di peringkat kedua.

Lokasinya? Sebagian besar simpanan berharga ini terpusat di Sabuk Orinoco, yang membentang di wilayah tengah hingga timur Venezuela. Sebuah harta karun yang terus memicu perdebatan dan ketegangan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar