Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 per Gram pada Perdagangan Kamis

- Kamis, 09 April 2026 | 11:00 WIB
Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 per Gram pada Perdagangan Kamis

Harga emas Antam turun lagi. Setelah sempat merangkak naik di awal pekan, logam mulia ini justru anjlok cukup dalam pada perdagangan Kamis, 9 April 2026. Penurunannya mencapai Rp50.000 per gram.

Kalau kemarin, Rabu, harganya masih bertengger di Rp2.900.000 per gram, hari ini cuma dijual Rp2.850.000 per gram. Gara-gara itu, suasana di beberapa gerai logam mulia terlihat lebih sepi ketimbang hari-hari sebelumnya. Banyak yang memilih menunggu, berharap harga bisa turun lebih dalam lagi.

Menariknya, tren penurunan ini nggak cuma terjadi di harga jual. Di sisi lain, harga buyback alias harga beli kembali dari Antam ke konsumen juga ikut merosot, bahkan lebih tajam. Harganya turun Rp59.000, dari posisi Rabu di Rp2.664.000 menjadi Rp2.605.000 per gram hari ini. Bagi yang mau lepas emas, timing-nya kurang bagus, sih.

Padahal, dua hari sebelumnya, sejak Senin, harga emas sempat menunjukkan performa yang cukup kuat dengan kenaikan signifikan. Namun begitu, sentimen pasar sepertinya berbalik arah dengan cepat. Fluktuasi seperti ini memang sudah jadi makanan sehari-hari di pasar komoditas.

Berikut rincian lengkap harga emas Antam per Kamis ini, termasuk perhitungan dengan pajak. Data diambil dari situs resmi Logam Mulia.

Rincian Harga Emas Batangan Antam

Berat (gram) Harga Dasar Harga ( PPh 0,25%)
0,5 Rp 1.475.000 Rp 1.478.688
1 Rp 2.850.000 Rp 2.857.125
2 Rp 5.640.000 Rp 5.654.100
3 Rp 8.435.000 Rp 8.456.088
5 Rp 14.025.000 Rp 14.060.063
10 Rp 27.995.000 Rp 28.064.988
25 Rp 69.862.000 Rp 70.036.655
50 Rp 139.645.000 Rp 139.994.113
100 Rp 279.212.000 Rp 279.910.030
250 Rp 697.765.000 Rp 699.509.413
500 Rp 1.395.320.000 Rp 1.398.808.300
1000 Rp 2.790.600.000 Rp 2.797.576.500

Jadi gitu situasinya. Naik-turun harga emas memang bikin deg-degan. Buat investor retail, momen seperti ini sering jadi ujian kesabaran: beli sekarang atau tunggu esok hari yang belum tentu lebih baik?

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar